Minggu, 09 April 2017

Kenali Depresi Pada Anak - Anak, Remaja Dan Orang Dewasa

Posted by tina sindi on 19.44 with 3 comments

Rabu 05 April 2017 bertempat di Direktorat Jenderal Pencegahan dan Penyakit Kementrian RI saya bersama para blogger lainnya diundang untuk memperingati Hari Kesehatan Sedunia 2017.
Hari Kesehatan Sedunia ini mengambil tema, "Depresi Let's Talk".

Apa itu Depresi?

Depresi adalah penyakit dengan gejala rasa sedih yang berkepanjangan dan hilangnya minat melakukan kegiatan yang biasanya kita sukai, diikuti dengan ketidakmampuan menjalankannya kegiatan yang biasanya di lakukan sehari - hari setidaknya selama dua Minggu.

Selain itu mereka yang mengalami depresi biasanya juga menjadi kurang aktif ( energi menurun ), mengalami perubahan nafsu makan, gangguan tidur ( bisa lebih banyak atau kurang ), cemas, kurang konsentrasi, tidak mampu membuat keputusan, merasa tidak berharga dan bersalah, putus asa, di ikuti dengan terlintasnya pemikiran untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri. Depresi bisa terjadi pada siapapun dan bukan kelemahan watak atau mental. Depresi dapat disembuhkan dengan cara terapi, bisa dalam bentuk konsultasi atau pengobatan anti depresi atau gabungan keduanya.

Bila kita melihat tanda - tanda seseorang, saudara, keluarga ataupun teman mengalami depresi ajaklah mereka berbicara dengan cara :

  • Cari waktu dan tempat yang tenang untuk bicara tentang bunuh diri dengan orang yang kita khawatirkan. Beritahu mereka bahwa anda disitu untuk mendengarkan cerita nya.
  • Dorong mereka untuk mencari bantuan dari profesional di bidang kesehatan misalnya dokter, pekerja sosial, konselor, psikolog atau psikiater. Tawarkan kepadanya untuk menemaninya bertemu dengan tenaga kesehatan tersebut.
  • Bila menurut kita orang tersebut dalam bahaya, jangan tinggalkan dia sendiri. Carilah bantuan profesional segera. Bantuan profesional itu sendiri bisa dari tenaga kesehatan professional atau anggota keluarga nya.
  • Bila orang yang kita  khawatirkan ini tinggal bersama kita pastikan ia tidak dapat bisa menemukan alat - alat yang dapat melukai dirinya ( misalnya pestisida, senjata api atau obat - obatan ) di rumah.
  • Tetaplah jaga hubungan untuk melihat bagaimana kondisi penderita depresi ini.


Menurut data WHO Depresi bukan lagi penyakit yang biasa. Depresi sudah menjadi perhatian badan kesehatan dunia. Karena depresi sudah menjadi penyakit yang semakin banyak menjangkiti manusia. Depresi masuk dalam 3 besar penyakit berbahaya sejajar dengan HIV dan penyakit jantung.

Sayangnya sampai saat ini Depresi sulit terdeteksi. Karena biasanya orang yang mengalami depresi itu sendiri pun tidak merasakannya. Depresi itu bisa timbul karena tekanan hidup seseorang atau pun seseorang memiliki masalah yang sangat rumit dan mereka tidak bisa berbicara pada orang sekitarnya.
Tekanan hidup ataupun masalah terkadang dipendam sendiri oleh si penderita. Lama kelamaan inilah si penderita akan mengalami depresi. Mereka membayangkan hal - hal yang buruk akan terjadi lagi pada dirinya. Ketakutan dan kekhawatiran menjadi momok tersendiri buat nya.

Hal ini bukan hanya dialami oleh orang dewasa saja. Remaja dan anak - anak pun bisa mengalami depresi dengan penyebab dan masalah berbeda. Depresi pada anak bisa diakibatkan karena rasa sedih yang berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap kegiatan - kegiatan yang biasanya di lakukan dengan senang hati. Tanda lainnya adalah berhenti menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan sehari - hari.
Pada anak - anak gejala lainnya adalah menyendiri, menjauhi teman - temannya, rewel atau mudah marah, sering menangis, sulit konsentrasi di sekolah, perubahan dalam nafsu makan atau tidur bisa menjadi berlebihan atau berkurang. Anak - anak yang usianya lebih muda bisa kehilangan minat bermain. Anak - anak yang lebih besar biasanya melakukan hal yang berisiko lebih tinggi yang sebelumnya tidak berani mereka lakukan

Jadi solusi terbaik yang kita harus lakukan sebagai orang tua Jangan biarkan anak kita merenung dan melamun sendiri dalam waktu yang lama. Ajaklah berbicara agar sang anak merasakan bahwa dirinya tidak sendirian mengalami hal yang buruk. Padahal depresi bisa dicegah dan diobati asal dikenali gejalanya.  Depresi juga terjadi karena faktor internal dan eksternal.  Bukan hanya soal psikis tp juga biologis (hormonal dan gangguan  neurotransmitter) sosial selain spiritual. Banyak faktor seseorang mengalami depresinya. Catatan penting lainnya adalah, kita,  orang yang belum tentu kenal dekat dg mereka yg menunjukkan gejala depresi,  jangan pernah menghakimi.  Kata kata kita yg keliru justru bisa memperburuk depresi seseorang. Lihat dulu dengan seksama dan jelas karena depresi ini memang sangat sulit dikenali.

Sebagai orang tua bila anak mengalami tanda - tanda Depresi sebaiknya melakukan :

  • Membuka obrolan dengan anak tentang kegiatannya dan hal - hal yang terjadi di rumah, sekolah dan luar sekolah. 
  • Mencoba cari tahu hal yang mengganggu pikiran dan perasaannya. 
  • Kemudian kita orang tua mencari tahu dengan berbicara dengan seseorang yang cukup  atau sangat mengenal anak kita. 
  • Carilah bantuan dari tenaga kesehatan profesional ( konsuler, psikolog, psikiater ). 
  • Lindungi anak kita dari tekanan yang terlalu besar bagi usianya, perlakuan yang merusak mental serta kekerasan. 
  • Perhatikan kesehatan fisik, mental, dan keperluan anak kita terutama saat ada perubahan - perubahan besar dalam hidupnya misalnya pindah sekolah baru atau masa puber. 
  • Upayakan anak untuk cukup tidur, makan teratur, aktif secara fisik, dan melakukan kegiatan yang disukai. 
  • Luangkan cukup waktu dengan anak kita. Bila anak memiliki niatan atau malah sudah pernah melukai dirinya, carilah bantuan dari tenaga profesional sesegera mungkin untuk mencegah nya.

Sebagai orang tua tidak perlu panik jika anak kita memang positif mengalami Depresi. Karena depresi bisa disembuhkan dengan cara sesegera mungkin membawa anak kita ke tenaga profesional seperti dokter, psikolog ataupun psikiater.

Yang terpenting lagi sebagai orang tua, hindari memberikan anak yang terlalu banyak dan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Karena itu juga alasan yang bisa memicu anak menjadi Depresi.
Waspada Depresi pada anak. Karena depresi pada ada menduduki peringkat tertinggi saat ini. Oleh karena nya Depresi pada anak-anak anak menjadi perhatian yang besar buat pemerintah.

Depresi juga bisa menyerang ibu hamil, ibu sehabis melahirkan dan masih banyak lagi. Salah satu obat terbaik mengatasi depresi adalah :

kita sebagai orang yang sehat jadilah pendengar yang baik tanpa harus memberikan komentar yang membuat mereka semakin tersudut dan merasa sangat bersalah. Bujuk dan ajak penderita depresi untuk mau memeriksakan dirinya ke tenaga professional. Dengan begitu mereka tidak merasa sendiri dan mempunyai semangat untuk sembuh.

Senin 10 April 2017
tinapurbo@gmail.com






Categories:

3 komentar:

  1. Lengkap tulisannya, mantaf semoga anak2 indonesia dijauhi sari gejala depresi.

    BalasHapus
  2. Ini PR buat kita semua, khususnya para ibu. Biar makin peka sama anak2 )

    www.shenisa.com

    BalasHapus