Senin, 21 Agustus 2017

Acara CatLovers Day Padat Informasi Dan Edukasi

Posted by tina sindi on 07.51 with 1 comment

Jakarta, 19 Agustus 2017, bertempat di Gramedia Matraman diadakan acara Catlovers Day. CatLovers day ini merupakan event penting bagi pecinta kucing di Indonesia. Event ini digelar di Function Room, Gramedia Matraman, Jakarta mulai pukul 14.00—17.00 WIB.

Acara CatLovers Day ini terbuka untuk umum, baik kalangan pecinta kucing maupun masyarakat yang memiliki ketertarikan dengan hewan peliharaan kucing. Di acara ini, pengunjung yang hadir juga bisa berinteraksi langsung dengan kucing-kucing ras yang turut dipamerkan oleh sejumlah komunitas pecinta kucing se-Jabodetabek.

CatLovers Day ini diisi dengan Talkshow narasumber, tanya jawab dan juga berbagai jenis perlombaan kucing. Hadir sebagai narasumber dalam acara Catlovers Day adalah : Bp. Cacang Effendi, drh. Widya Setiawati dan juga Anissa Rania Putri seorang CatLovers.
Acara CatLovers day ini sekaligus untuk memeriahkan acara launching buku terbitan Penebar Swadaya yang berjudul Solusi Permasalahan Kucing yang ditulis oleh Cacang Effendi dan drh. Widya Setiawati.

Buku ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk para pembaca dalam memelihara kucing ataupun yang ingin belajar tentang kucing.
Selain itu harapan tentang buku ini, mampu membuat lebih banyak masyarakat tertarik dan menambah wawasan seputar kucing peliharaannya. Seperti memberikan produk makanan yang baik serta berbagai jenis perawatan kucing dan juga tentang kesehatan nya, ungkap Rasyid, Bussines Development Penebar Swadaya.
Semoga dengan dilaunchingkan nya buku ini, masyarakat lebih mudah mencari informasi tentang apa dan bagaimana kucing peliharaannya. Solusi yang tepat untuk berbagai masalah tentang kucing.

Sebelum acara Talkshow dimulai, acara didahului dengan penanda tanganan di cover buku "Solusi Permasalahan Kucing" yang ditanda tangani oleh Cacang Effendi, Drh. Widya Setiawati dan juga Rudi Hartono selaku Direktur Penebar Swadaya.

Selain launching buku, acara ini juga meluncurkan aplikasi digital CatLovers Magazine yang sudah tersedia di Android. Siapa saja bisa mendownload aplikasi ini untuk mengetahui berbagai informasi dan segala macam masalah tentang kucing.

Acara ini sangat menarik, semua permasalah tentang kucing dibedah tuntas oleh drh. Widya Setiawati. Banyak pengalaman yang kita tidak ketahui sebelumnya tentang kucing dibahas oleh drh. Widya Setiawati.

Kucing adalah mahluk Tuhan, binatang yang sangat lucu dan perlu kita sayangi dan kita lindungi.
Menurut nya kucing juga butuh hak hidup sama seperti kita. Jika kita sudah komitmen memelihara kucing, maka buatlah kucing senyaman mungkin. Perhatikan makanannya dan juga kebersihan nya. Bila diajarkan terlebih dahulu, dan penuh kesabaran maka kucing akan mengerti kok, hanya saja dia tidak bisa bicara seperti kita. Kucing akan menurut sama majikannya apabila dia kita sayang dan kita perhatikan.

Anissa Rania Putri, gadis indigo dan juga seorang catlovers, juga berbagi pengalaman dan pengetahuannya memahami bahasa tubuh kucing.
Kita harus menerima kucing apa adanya, karena kucing pun menerima kita apa adanya. Selalu mengerti akan keinginan sang kucing. Mereka butuh belaian dan juga kasih sayang. Jika kita perlakukan kucing dengan baik, pasti dia juga akan melakukan hal yang tidak akan mengecewakan kita.

Sementara itu menurut Cacang Effendi seseorang yang sudah niat ingin memelihara kucing haruslah memelihara nya dengan sepenuh hati. Perhatikan segala macam keperluan nya dan juga sediakan waktu luang untuk bermain dengan kucing dan juga memperhatikan kesehatan nya.

Bila kucing sakit jangan dibiarkan saja. Jangan diminumkan sembarang obat, sebaiknya segera bawa kucing kita ke Dokter hewan agar mendapat penanganan yang benar.

Dalam acara ini juga diselingi dengan tanya jawab kepada para undangan. Ada yang bertanya haruskah kucing kawin ? Bagaimana kalau dia tidak punya ketertarikan untuk kawin ? Bagaimana jika anaknya sudah banyak tapi dia ingin kawin terus ?


Drh. Widya Setiawati menjelaskan pada dasarnya kucing sama seperti manusia. Dia butuh kawin juga. Dan apabila si kucing tidak tertarik untuk kawin, faktornya sama seperti manusia, mungkin sang kucing tomboy dan ada faktor lainnya.
Apabila kucing sudah punya keturunan banyak tapi masih ingin kawin terus, kita harus kembalikan kepada yang memelihara kucing itu. Kita harus tahu dulu memelihara kucing tujuannya untuk apa ?

Kalau untuk memperbanyak perkembangan biakannya boleh si kucing memiliki anak terus.
Tapi apabila hanya untuk teman saja, jika sudah punya anak yang cukup, si kucing sebaiknya di steril kan di dokter hewan. Proses operasi steril kucing pun tidak mudah, terlebih dahulu harus dites darah, agar kita tahu apakah si kucing punya penyakit lain atau normal. Karena jika bermasalah dengan kesehatannya, maka proses operasi steril akan berdampak buruk pada sang kucing.


Drh. Widya Setiawati juga menjelaskan setelah operasi steril kucing sebaiknya ditaruh dikandang selama 1 Minggu. Hal ini akan mempercepat penyembuhan kucing. Selain itu luka-luka bekas operasi steril akan sembuh dengan baik. Semua ini demi kebaikan kucing peliharaan kita.

Menurut drh. Widya Setiawati kucing juga harus rutin dipotong bulunya. Hal ini akan mencegah kucing terkena berbagai macam penyakit kulit. Pada dasarnya kucing tidak mempunyai kesadaran kalau dia punya bulu. Jadi tidak perlu khawatir jika bulu kucing tipis dia tidak akan merasa kedinginan. Kucing tidak pernah merasakan kedinginan.

Masalah Tokso juga dibahas dalam acara ini. Menurut Drh. Widya Setiawati Tokso bukan hanya ditularkan oleh kucing saja. Tokso bisa ditularkan dari lingkungan, tikus dan juga makanan yang mentah yang tidak dicuci bersih. Tokso bisa terjangkit pada pria ataupun wanita. Agar terhindar dari Tokso maka kebersihan harus menjadi yang utama. Banyak penyakit yang ada pada hewan dapat menular pada manusia. Maka dari itu kita harus menjaga kebersihan rumah dan lingkungan dengan baik agar kita terhindar dari penyakit apapun. Perhatikan dengan baik kebersihan kucing kita dirumah.

Setelah acara Talkshow acara dilanjutkan dengan berbagai macam perlombaan kucing, diantaranya lomba cepat-cepatan makan. Lucunya para kucing-kucing ini mengikuti lomba. Ada yang dengan lahan dan cepat makan, ada juga yang hanya terdiam saja. Tingkah lakunya membuat kita semua terpukau.

Lomba makan kucing ini disponsori oleh Purina Group. Purina Group ini juga membagikan pengetahuan produk kepada pengunjung mengenai produk-produk (pakan) yang baik untuk hewan peliharaan khususnya kucing. Purina Group hadir untuk memberikan pilihan makanan terbaik bagi kucing peliharaan.

Selain lomba makan, diadakan juga pemilihan kucing terbaik ( best cat of today ). Penilaian best cat of today ini dilihat dari kesehatan kucing dan juga penampilan kucing. Apakah kucing itu sehat, dan penampilan nya juga menarik. Lomba best cat of today ini dinilai oleh drh. Widya Setiawati dan pilihan pemenang best cat of today dimenangkan oleh dinobatkan kucing ras Sphinx.
Kucing ras Sphinx inilah juara best cat of today.
Yeaaayy....selamat ya.....

Keseluruhan rangkaian acara CatLovers day ini sangat meriah dan mengedukasi banyak orang. Senang bisa bergabung dalam acara ini, karena saya sangat membutuhkan banyak informasi tentang kucing, untuk saya terapkan pada kucing saya dirumah.
Informasi dan ilmu tentang kucing diacara ini sangatlah bermanfaat.

Catlovers Day didukung penuh oleh Purina Proplan, Purina Friskies, Purina Fancy Feast, Setia, Bhineka Catterry, Catlovers, Penebar Swadaya, Patz, Trubus.id, dan Gramedia.


Senin 21 Agustus 2017
tinapurbo@gmail.com

Kamis, 17 Agustus 2017

Waspadai Penyakit Psoriasis Dan Solusi Pengobatannya

Posted by tina sindi on 11.35 with 10 comments

Mengikuti workshop di acara kesehatan, yang bertempat di Hotel Westin Jakarta ini membuat saya menjadi harus lebih waspada. Ternyata banyak penyakit kulit yang tidak saya ketahui, penyakit kulit yang berbahaya dan tidak.

Dari workshop inilah menjadi pengalaman dan ilmu yang sangat berharga buat saya. Saya jadi paham, bahwa ada penyakit kulit yang sangat berbahaya dan bahkan susah sembuhnya.

Apalagi acara workshop ini dimulai dengan menampilkan sebuah video dari Dr. Gigi Rio Suwandi yang menceritakan kisahnya sebagai penderita penyakit Psoriasis. Dari cerita singkatnya inilah saya semakin sadar bahwa penyakit sekecil apapun harus kita waspadai. Segera periksa ke dokter agar kita mendapatkan pengobatan dengan cepat dan benar. Jangan remehkan penyakit, apalagi gangguan pada kulit kita. Penyakit kulit saat ini banyak macamnya, dan berbeda pengobatan nya. Jadi tetaplah waspada dengan penyakit apapun.

Apa sih Penyakit Psoriasis itu ?

Psoriasis adalah penyakit autoimun umum yang tidak menular. Gangguan psoriasis adalah kulit terlihat ruam merah yang timbul dengan sisik keperakan dengan sel kulit mati bertumpuk, dan penyebarannya di permukaan tubuh. Psoriasis yang muncul di telapak tangan dan tumit, atau disebut psoriasis palmoplantar, diderita oleh 40% pasien dengan plak psoriasis.

Nah....ngeri ya dengar nya, saya saja sampe merinding. Karena saya sadar, ternyata banyak penyakit kulit yang tidak saya ketahui semua. Dan mulailah mengecek kulit saya dan juga keluarga, kan mencegah lebih baik dari mengobati, setuju kan.....

Setelah kita semua di ajak menyaksikan kisah penderita Psoriasis, selanjutnya acara disambung dengan penjelasan dari Narasumber dr. Danang Tri Wahyudi. SpKK(K), spesialis kulit dari Rumah Sakit Darmais.

dr. Danang Tri Wahyudi ini menjelaskan bahwa psoriasis ini sangat menyiksa si penderita. Pasien tidak hanya harus berjuang melawan rasa sakit, tetapi mereka juga harus melawan beban emosional seperti stres dan kecemasan yang berdampak pada bagaimana pasien tersebut dapat menjalani kehidupan sehari-hari dan menjalani hidup yang lebih bermanfaat. Penyakit Psoriasis ini memiliki dampak yang besar bagi kesehatan fisik dan mental. Selain itu, penderita Psoriasis juga akan mengalami krisis akan kepercayaan dirinya.

Semua yang dijelaskan dr. Danang Tri Wahyudi Sp.KK(K) ini memang benar. Semua penyakit pada awalnya bermula dari stres. Bila kita stres maka penyakit akan mudah datang, karena stres kondisi tubuh kita akan menurun. Stres membuat kita menjadi cemas, nafsu makan kurang dan yang lebih parah lagi kita menjadi tidak memperhatikan akan kondisi tubuh kita. Maka dari itu, usahakan kita terbebas dari stres. Buat lah hidup kita tenang dan damai supaya kesehatan kita juga terjaga.

Penyebab penyakit Psoriasis ini juga banyak faktor nya, diantaranya faktor genetik, dan kelainan imunologi. Selain itu juga faktor yang memicu terjadinya Psoriasis ini juga karena konsumsi alkohol, merokok, sinar matahari, infeksi bakterial, trauma fisik dan adanya gangguan pada metabolisme.

Psoriasis bukan hanya penyakit yang berkaitan dengan kosmetik, tetapi psoriasis ini adalah penyakit yang menahun, kronis dan seringkali menimbulkan stres, dimana dapat memberikan dampak bagi semua aspek kehidupan penderitanya. Kurang lebih 30% pasien psoriasis memiliki, atau akan mendapatkan psoriasis arthritis ( PsA ), kondisi dimana sendi-sendi tubuh terkena psoriasis dan menyebabkan nyeri, kekakuan, dan kerusakan sendi permanen. Psoriasis juga diasosiasikan dengan kondisi kesehatan serius lainnya, seperti diabetes, sakit jantung dan depresi.
Jadi makin terbuka saya dengan pemaparan dr. Danang Tri Wahyudi ini. Akan tetapi semua penyakit pasti ada obatnya seperti Psoriasis ini.

Sebagai General Manager Pharma, Presiden Director, Novartis Group Indonesia yaitu  Milan Paleja ikut hadir dan memberikan penjelasan tentang Novartis ini.

Novartis memberikan solusi pengobatan baru untuk psoriasis dengan secukinumab.

Secukinumab adalah obat biologis -- protein dengan rekayasa genetis yang didapatkan dari gen manusia yang dirancang untuk menghambat komponen spesifik di sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi. Novartis ini bekerja secara spesifik menyasar IL-17A dan bekerja dengan secara selektif menghambat aktivitas IL-17A yang terkait dengan respon tubuh terhadap inflamasi dan daya tahan, seperti psoriasis. Secara sederhana, obat ini beraksi dengan menghambat siklus respon daya tahan tubuh terhadap penyakit psoriasis.

Novartis ini menyediakan solusi layanan kesehatan bagi pasien dan komunitas dan juga kebutuhannya yang terus berkembang.
Novartis bermarkas di Basel, Swiss. Novartis secara tepat menjawab kebutuhan pengobatan yang inovatif, produk genetik yang dengan harga efisien, pengobatan biosimilar, dan perawatan mata. Produk Novartis ini bisa kita dapatkan sekitar 155 negara diseluruh dunia.
Untuk lebih jelas mengenai Novartis ini bisa deh kepoin medsos nya di akun Twitter nya @Novartis.

Setelah Milan Paleja dari Novartis Group Indonesia, Narasumber berikutnya adalah Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menjelaskan bahwa Penyakit Psoriasis adalah penyakit berbahaya. Epidemiologi penyakit ini secara global prevalensinya 1-3%. Insiden tertinggi pada kelompok Kaukasus. Sedangkan insiden terkecil ditemukan pada pribumi suku Indian di Chile dan Argentina.

Di Indonesia psoriasis ditemukan dari Sabang sampai Merauke dengan perkiraan 1% dan penyakit ini biasanya dimulai pada usia 10-30 tahun dan risiko sama untuk laki-laki dan perempuan.
Jika awalnya psoriasis timbul pada usia dibawah 15 tahun, biasanya faktor utama penyakit psoriasis ini adalah ada riwayat psoriasis dalam keluarga.
Penyakit Psoriasis ini mengenai seluruh tubuh relatif lebih berat, akan tetapi psoriasis akan memberikan respon yang baik terhadap pengobatan.

Menurut Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati penyakit Psoriasis ini tidak ada pantangan ataupun larangan makanan. Tetapi akan lebih bagus jika sang penderita psoriasis ini melakukan gaya hidup sehat, dengan cara makan makanan sehat seperti sayur dan buah dan juga rutin berolah raga. Hindari minuman beralkohol dan juga enyahkan rokok. Gaya hidup sehat akan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh kita.

Psoriasis merupakan masalah kesehatan di Indonesia, sehubungan dengan hal tersebut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuat kebijakan dan strategi dalam pencegahan dan pengendalian psoriasis ini.

Langkah pencegahan dilakukan melalui.

  1. Penyusunan buku Pedoman Penanggulangan Psoriasis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Penyusunan Kurikulum dan Modul Pelatihan penanggulangan Psoriasis dan Lupus Eritematosa Sistemik Bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, guna meningkatkan dan memperkuat manajemen deteksi dini dan tatalaksana faktor risiko pada psoriasis yang didukung dengan peningkatan dan mengembangkan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan.
  2. Promosi Kesehatan, Promosi Kesehatan dilakukan melalui kegiatan advokasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat dan informasi melalui media. Pemberdayaan masyarakat ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan serta kemampuan individu, keluarga dan kelompok masyarakat untuk melakukan perilaku pencegahan dan berperan aktif dalam penanggulangan Psoriasis.
  3. Kemitraan, Kemitraandapat dilakukan oleh lintas sektor maupun lintas program melalui jejaring kerja dan kemitraan untuk mendukung dan memperkuat penanggulangan Psoriasis. Kemitraan dilaksanakan dengan prinsip kesamaan kepentingan, kejelasan tujuan, kesetaraan dan transparansi di bidang Kesehatan.


Dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati juga berharap kerjasama yang baik dengan media dan juga blogger untuk menyebarluaskan masalah psoriasis ini.
Peran serta media dan juga blogger diharapkan masyarakat akan semakin paham dan mengerti akan Penyakit Psoriasis ini.

Siapapun tidak ingin terkena penyakit apapun. Maka dari itu, yuk...mulai rubah gaya hidup kita dan keluarga dengan gaya hidup sehat.
Sehat adalah dambaan semua orang.


Jum'at 18 Agustus 2017
tinapurbo@gmail.com

Selasa, 15 Agustus 2017

Pemenuhan Hak Kesehatan Dan Gizi Pada Anak Adalah Tanggung Jawab Bersama

Posted by tina sindi on 06.11 with 3 comments

Hari Senin 07 Agustus 2017 saya berkesempatan hadir di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2017, dengan tema pembahasan "Pemenuhan Hak Kesehatan Anak Untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045".


Kondisi anak-anak saat ini merupakan gambaran masa depan bangsa. Pemenuhan hak-hak anak, termasuk hak tumbuh kembang, kesehatan, dan pendidikan menjadi penentu utama masa depan Indonesia.


Badan Pusat Statistik ( BPS ) mengumumkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2017 sebanyak 27,77 juta orang ( 10,64% ). Sebanyak 11 juta jiwa atau sekitar 40% dari jumlah penduduk miskin tersebut adalah anak-anak.


Bila melihat pada data kemiskinan diatas, terlihat jelas masih banyak anak-anak yang belum dapat menikmati hak-haknya. Unicef menyebutkan, salah satu indikator deprivasi atau tidak terpenuhinya hak-hak dasar anak adalah bila anak tidak mendapat gizi seimbang.

Hadir sebagai Narasumber dalam acara Talkshow ini adalah Ibu Dra. Leny Nurhayati Rosalin selaku Deputi tumbuh kembang anak kementrian pendidikan dan perlindungan anak, memberikan sambutan dan sekaligus menegaskan bahwa Indonesia harus mempersiapkan layak anak tahun 2030. Semua harus terlibat dalam mempersiapkan layak anak 2030 ini, bukan hanya negara tapi juga harus didukung oleh anak, keluarga, sekolah dan lingkungan, serta region atau wilayah tempat tinggal, harus saling bahu membahu demi terciptanya anak yang kecukupan akan gizi dan tumbuh kembangnya.

Dalam upaya menciptakan anak generasi emas tahun 2045 kita harus mempunyai strategi, strategi langsung diberikan ke anak melalui :

  1. Forum Anak ( FA ).
  2. Sekolah Ramah anak ( SRA ).
  3. Pusat Pembelajaran Keluarga ( Puspaga ).
  4. Pojok Kesejahteraan Anak ( Pojok kesan ).
  5. Pusat Kreativitas Anak ( PKA ).
  6. Ruang Bermain Ramah Anak ( RBRA ).

Sebanyak 87 juta anak mendapatkan hak sipil kebebasan lingkungan, Keluarga dan pengasuhan. Anak berhak mendapatkan gizi yang baik demi tumbuh kembangnya. Gizi yang baik akan membuat anak berkembang dengan normal.

Persoalan gizi dan tumbuh kembang anak ini juga disampaikan oleh dr. Rahmat Sentika, Sp. A, MARS, Anggota Satgas Perlindungan Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI ).
Menurut dr. Rahmat asupan gizi anak bukan semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga, melainkan juga kurangnya pengetahuan ibu. Anak-anak sudah seharusnya diberikan ASI tetapi malah diberi makanan lain yang tinggi kandungan gula, garam dan lemak. Tidak heran kalau saat ini obesitas dan diabetes pada anak meningkat.

Dr. Rahmat juga berkali-kali mengingat kan agar anak harus rutin di ajak ke posyandu dan juga rutin diberikan imunisasi. Imunisasi ini akan membebaskan anak dari berbagai macam penyakit. Selain Imunisasi anak juga perlu ditimbang dengan rutin. Hal ini akan membuat anak terkontrol kesehatannya dan perkembangan tubuhnya dengan baik. Sebagai ibu harus tahu dan paham akan kebutuhan anaknya. Orang tua harus selalu rutin memeriksakan semua kebutuhan anak, dari mulai menimbang badan, mengukur tinggi badannya dan juga imunisasi nya.

Untuk mengontrol masalah gizi pada anak, diperlukan kerjasama dari seluruh pihak. Tujuannya supaya kita semua peduli pada asupan pangan anak. Pemerintah juga sudah seharusnya ikut turun tangan memberikan perhatian lebih terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi anak, melalui pengawasan yang ketat terhadap produk pangan yang beredar dimasyarakat. Khususnya makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak. Produsen makanan agar dapat lebih bertanggung jawab dalam memberikan informasi penggunaan produk yang tepat kepada konsumen.


Pemerhati iklan Dr. Winny G. W juga menegaskan sebagai orang tua kita juga dituntut harus pintar dalam memilih iklan, baik dimedia elektronik maupun di media cetak. Banyak produk makanan dan minuman untuk anak-anak yang diiklankan di media televisi tidak secara terbuka memaparkan komposisi yang terkandung dalam produknya saat menayangkan iklan di televisi. Karena fokusnya lebih untuk menjual produk semata, tanpa menyelipkan nilai edukasi nya, jelas ketua Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia ( YAICI ).

Direktur Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes R.I. Dr. Eni Gustina MPH, banyak iklan produk makanan dan minuman yang menyesatkan konsumen.  Salah satunya adalah susu kental manis, yang semestinya bukan untuk dijadikan minuman, namun ditampilkan sebagai susu untuk minuman keluarga.

Dr. Eni juga menghimbau agar masyarakat peduli dengan tayangan-tayangan iklan yang tidak sesuai. Masyarakat dapat melaporkan jika ada tayangan iklan produk pangan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. “Misalnya iklan susu kental manis. Susu kental manis itu isinya gula sama lemak. Tapi diiklan ditampilkan sebagai susu. Jelas ini tidak sesuai tegas Eni.

Visual iklan yang tidak tepat serta frekwensi tayang yang tinggi inilah yang mengakibatkan masyarakat beranggapan susu kental manis adalah susu untuk diminum anak-anak. Bila hal ini terus berlanjut, dalam 20 tahun kedepan kesehatan anak-anak Indonesia jelas terancam. Asupan gula yang tinggi sejak dini beresiko tinggi terkena penyakit diabetes.

Apapun yang muncul ditelevisi harus dibuat dengan perspektif anak, termasuk iklan susu kental manis yang substansi sebenarnya bukanlah susu, namun disebut sebagai susu.

Susu kental manis pertama kali di produksi di Amerika pada abad ke-18, dengan cara menguapkan sebagian air dari susu segar (50%) kemudian ditambahkan gula 45%-50%. Karena sifatnya yang tahan lama pada saat itu banyak dipakai sebagai bekal tentara Amerika yang sedang terlibat perang saudara.

Dilihat dari komposisinya, susu kental manis mengandung 50% gula, 7,5% rotein, 8,5% lemak serta 34% air dna bahan tambahan lainnya. Dalam setiap takaran saji (1 gelas = 150 ml air dan 4 sendok SKM), mengandung 20 gr gula atau setara dengan 2 sendok makan. Jumlah tersebut terbilang tinggi mengingat anjuran asupan gula harian tidak melebihi 25 gr.  Jika asupan gula berlebihan, dapat meningkatkan resiko obesitas dan diabetes.

Semoga kedepannya diharapkan para orang tua dan juga seluruh pihak dapat bekerjasama dengan baik untuk mewujudkan generasi emas Indonesia, seperti yang ditargetkan tercapai di tahun 2045. Sosialisasi, edukasi dan penegakan regulasi akan pangan yang aman untuk anak memang menjadi tanggung jawab pemerintah. Namun, produsen produk makanan dan minuman diharapkan juga mulai melakukan promosi yang bertanggung jawab dan memberikan edukasi kepada konsumen, mengenai kandungan produk, cara penggunaan dan takaran penyajian. Jika konsumen teredukasi sejak dini, generasi penerus bangsa terhindar dari asupan makanan yang beresiko bagi kesehatan mereka dimasa mendatang.


Selasa 15 Agustus 2017
tinapurbo@gmail.com

Minggu, 13 Agustus 2017

Philips Lighting Meluncurkan Program "Kampung Terang Hemat Energi".

Posted by tina sindi on 04.16 with No comments

Philips Lighting memberikan sistem pencahayaan LED tenaga surya untuk menerangi lebih banyak desa terpencil diseluruh Indonesia melalui program “Kampung Terang Hemat Energi”.

Bertempat di Jakarta Bp. Rami Hajjar selaku Country Leader Philips Lighting Indonesia menjelaskan bahwa Program Kampung Terang Hemat Energi ini akan menyediakan penerangan untuk rumah dan fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah dan jalan umum di beberapa desa di wilayah Sumut, Bali Timur, Kalteng, dan Maluku. Philips Lighting memperkirakan terciptanya 2.886 titik lampu baru, yang berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang diciptakan semula di Sulawesi Selatan. “Kami sangat senang dapat menolong lebih banyak lagi masyarakat dengan menjembatani kesenjangan pencahayaan antara kota dan wilayah pedesaan melalui program ‘Kampung Terang Hemat Energi'.

Program Kampung Terang Hemat Energi ini sangat bermanfaat, dimana banyak pelosok di Indonesia yang selama ini masih belum ada aliran listrik, kini bisa di wujudkan oleh Philips Lighting ini. Kampung yang biasanya pada malam hari gelap gulita dan tidak ada kegiatan apapun, tapi berkat Philips Lighting ini, mereka bisa melakukan kegiatan di malam hari. Kampung menjadi terang dan aktifitas menjadi padat, karena aktifitas tidak hanya bisa dilakukan pada pagi hari saja, tetapi malam hari mereka bisa melakukan aktivitas juga.

Pencahayaan ini sangat membantu meningkatkan kehidupan masyarakat. Kegiatan bisa dilakukan dimalam hari seperti belajar dan melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya, untuk dapat dilakukan setelah matahari terbenam. Selain itu juga Puskesmas dapat beroperasi dengan layak dalam keadaan darurat dimalam hari dan mobilitas masyarakat serta barang tidak lagi terbatas hanya pada siang hari.

Philips Lighting Indonesia juga menerapkan komitmen global perusahaan ini untuk menciptakan kehidupan yang lebih terang untuk dunia yang lebih baik, termasuk kehidupan masyarakat di desa-desa terpencil diseluruh negeri. Kampung Terang Hemat Energi' ini di berikan kepada setiap desa terpilih, program “Kampung Terang Hemat Energi” memberikan paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif, yang terdiri atas:

  1. Solar Indoor Lighting System lengkap dengan panel surya. 
  2. Philips LifeLight yang 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah.
  3. Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari. Tahun ini, program akan diawali dengan menjangkau enam desa di Sumatera Utara.


Data tahun 2016 menunjukkan bahwa Indonesia, sekitar 12.000¹ desa -- yang mencakup lebih dari 30 juta jiwa -- belum memiliki akses listrik. Desa-desa ini hanya mengandalkan sumber pencahayaan yang hanya menggunakan minyak tanah dan lilin sehingga penduduk nya rentan terhadap bahaya kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

Kehidupan masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman juga mempunyai hak yang sama untuk dapat merasakan penerangan di malam hari. Sistem pencahayaan menyimpan tenaga Surya disiang hari. Pada malam hari, sistem ini secara efisien mengeluarkan tenaga listrik untuk menyalakan bohlam LED berdaya rendah. Pencahayaan ini di pergunakan baik didalam rumah maupun diluar rumah.

Program "Kampung Terang Hemat Energi" ini merupakan bukti komitmen Philips dalam mewujudkan pencahayaan lebih dari sekedar penerangan bagi masyarakat yang kurang beruntung.

Bermitra sejak tahun 2015 dengan Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Kopernik yang bergerak di bidang teknologi untuk memberdayakan penduduk desa terpencil, Philips Lighting telah menciptakan lebih dari 300 titik lampu baru bagi sekitar 11.800 masyarakat di Sulawesi Selatan. Di tahun yang sama, Philips Lighting secara global menyerukan ajakan untuk mengakhiri kemiskinan cahaya dalam rangka Tahun Cahaya Internasional PBB ( UN's International Years of Light -- IYOL ).


Minggu 13 Agustus 2017
tinapurbo@gmail.com

Sabtu, 12 Agustus 2017

Philips Avent Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional

Posted by tina sindi on 06.32 with 1 comment

Jakarta 31 Juli 2017 bertempat di Jakarta, Philips Avent mengadakan acara dengan tema "Solusi Menjawab Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Anak".

Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Anak sangat penting sekali bagi tumbuh kembangnya. Pentingnya nutrisi termasuk ASI dan makanan pendamping ( MP-ASI) selama periode emas sang bayi. Sebagai orang tua kita harus memahami nutrisi apa yang dibutuhkan anak dalam masa tumbuh kembang atau periode emas sang buah hati.

Menurut WHO masa transisi dari ASI eksklusif ke makanan pendamping ASI ( MP-ASI ) umumnya berlangsung saat bayi berusia enam bulan hingga 18-24 bulan, dan periode ini merupakan masa yang sangat krusial bagi anak.
Di usia enam bulan anak butuh asupan yang lebih dari ASI. Diusia ini juga anak siap menerima makanan pendamping ASI atau makanan lainnya. Apabila makanan pendamping ASI yang diberikan tidak sesuai maka pertumbuhan nya bisa jadi terhambat.

Hadir dalam acara ini Dr. dr. Damayanti R Sjarif Sp.A(K), dokter spesialis anaksub-spesialisasi nutrisi dan penyakit metabolik, menjelaskan bahwa 1000 hari pertama kehidupan bayi sangat penting. Asupan terbaik bagi bayi diusia 0 hingga 6 bulan adalah ASI. Setelah bayi menginjak umur enam bulan keatas bayi juga memerlukan MP-ASI atau makanan pendamping ASI untuk melengkapi kebutuhan zat-zat nutrisi lainnya.

Selama ini para orang tua banyak yang mengalami kesalahpahaman tentang makanan pendamping pada bayi. Sayur dan buah-buahan lebih diutamakan dibandingkan melengkapi kekurangan ASI terhadap energi, protein, lemak serta vitamin dan mineral. Anak membutuhkan semua asupan tersebut untuk tumbuh kembangnya terutama otak. Di usia ini zat gizi makro ( karbohidrat, protein, lemak ) dan mikro ( vitamin dan mineral ) yang lengkap, cukup dan seimbang.

Dr. Damayanti juga menjelaskan pada bayi usia 6-12 bulan bayi membutuhkan kebutuhan harian zat besi. Zat besi ini bisa dipenuhi oleh asupan makanan seperti daging merah, hati ayam, ikan, sayuran berwarna hijau dan kacang-kacangan. Sayur dan kacang-kacangan mengandung serat yang dapat menghambat saluran cerna, sehingga dua jenis makanan tersebut sebaiknya diberikan dengan jumlah kecil, kombinasikan dengan sumber vitamin C seperti jeruk dan tomat yang akan meningkatkan penyerapan zat besi, kombinasi makanan tersebut.

Makanan Indonesia yang kaya akan rasa juga dapat diberikan oleh bayi sebagai makanan MP-ASI misalnya gulai daun singkong yang ditumbuk, dengan dicampur ikan teri dan dibubuhi air jeruk dan tomat.
Pada prinsipnya MP-ASI adalah mengenal kan Makanan keluarga dengan tekstur yang sesuai kemampuan oromotornya. Jadi perkenalkan lah makanan Indonesia yang sehat sesuai dengan ketersediaan bahan makanan lokal.


Dalam acara ini pula Philips Avent sebagai pemimpin produk ibu dan anak, bagian dari Royal Philips ( NYSE: PHG, AEX:PHI ) memperkenalkan produk Philips Avent elektrik yang dapat mendukung para orang tua dalam pemberian ASI eksklusif dan juga makanan pendamping ASI. Salah satu produk nya adalah Philips Avent Comfort Electric Breast Pimp dengan bantalan khusus untuk membantu ibu, khususnya para ibu yang bekerja, untuk menghemat tenaga dan waktu saat memompa ASI dikantor atau saat berjauhan dengan sang buah hati. Ada juga produk lainnya Avent Fast Bottle Warmer yang berfungsi untuk menghangatkan susu secara merata hanya dalam 3 menit. Ada juga Philips Avent 3-in-1 Electric Steam Sterilizer yang didesain untuk dapat mensterilkan lima hingga enam botol sekaligus membunuh 99,9% kuman berbahaya. Produk-produk elektrik tersebut diatas dapat memudahkan para ibu dan membantu anggota keluarga lainnya dalam memberikan ASI bagi buah hati.

Nah....satu lagi alat yang membantu mempermudah pemberian MP-ASI buat sang buah hati adalah Philips Avent 4-in-1 Healthy Baby Food Maker yang menggabungkan fungsi kukus, blender, defrost dan reheat di dalam satu produk. Memudahkan para ibu untuk menyiapkan makanan pendamping ASI. Bahan-bahan makanan bayi yang segar dapat dikukus dengan tingkat kematangan yang merata tanpa harus di didihkan terlebih dahulu. Setelah selesai, angkat dan putar posisi wadah 180 derajat dari atas kebawah untuk melumatkan bahan-bahan makanan yang dikukus  agar menjadi lembut dan mudah dikonsumsi bayi.
Philips Avent 4-in-1 Healthy Baby Food Maker juga dapat digunakan untuk memasak makanan dewasa seperti membuat makanan yang berbentuk pure, bubur dan saus.


Produk Philips Avent ini dapat ditemukan dengan mudah di toko-toko retail modern seperti Mother Care dan toko peralatan bayi dikota masing-masing. Selain itu promo pembelian secara online bisa melalui JD.id.


Sabtu 12 Agustus 2017
tinapurbo@gmail.com

Jumat, 11 Agustus 2017

Pengumuman Pemenang Lomba Kreasi Masak So Good Yang Sangat Menginspirasi Keluarga Indonesia

Posted by tina sindi on 07.39 with No comments

Saya mengenal produk So Good ini sudah lama sekali. Dan saya juga menjadi langganan setia So Good dari anak saya masih kecil sampai saat ini. So Good sangat akrab dengan keluarga saya, apalagi anak - anak saya yang semasa masih kecil ini menjadi makanan kesukaan nya.

So Good membantu saya dalam hal Memenuhi kebutuhan protein Keluarga dan akan terus menginspirasi para ibu-ibu lainnya dalam hal penyediaan makanan yang sehat, lezat, dan praktis bagi seluruh anggota keluarga.

Kalau dulu produk So Good ini masih sangat sedikit, tapi saat ini produk So Good sudah sangat lengkap sekali. Nugget dan sosis menjadi pavorit Keluarga saya. Pendamping makan anak-anak saya, apalagi kalau lagi susah makan. Nugget dan sosis So Good inilah yang menjadi selera makan anak-anak saya kembali lahap.

So Good sangat peduli akan kualitas hidup yang dimiliki keluarga Indonesia, seperti misalnya hubungan bonding antara ibu dan anak. So Good sangat aman, higienis dan berprotein tinggi, selain itu juga So Good dapat menjaga keseimbangan gizi buat keluarga.

So Good juga sangat cermat dalam menggunakan teknologi untuk memproses semua bahan-bahan protein untuk produk-produk So Good. Teknologi yang dipakai untuk memproses ayam potong, So Good menggunakan teknologi IQF ( Individual Quick Frozen ) yaitu teknologi proses pembekuan individu dalam waktu 45 menit pada suhu -35°C sehingga mengunci 4 kualitas yaitu : Segar, Gizi, Rasa dan Bersih. Kualitas kesehatan So Good ayam potong ini terlihat dari warna dagingnya yang merah muda ( pink ), kenyal, tidak amis dan praktis langsung di olah, tidak perlu di potong-potong dan di cuci lagi.
Untuk chicken nugget dan sejenis semua produk pilihan berprotein tinggi So Good ini telah melewati proses pemasakan pada suhu 170°C selama tidak kurang dari 3 menit, kemudian langsung dibekukan cepat untuk menjamin dan menjaga kesegaran, kelezatan, dan nutrisi kandungan daging olahannya. Walaupun tergolong Frozen food tapi cita rasa asli dari daging pada nugget, sosis, bakso dan pada tiap produk kategori siap masak So Good akan tetap terasa dan terjaga.

Saat ini produk So Good banyak variasi nya dan sangat lengkap. Bukan hanya nugget dan sosis saja, tapi saat ini semua jenis makanan ada di So Good. Seperti baso kuah, katsu, karage, prawn hargow, ebi katsu, pangsit udang, ayam potong dan masih banyak lagi produk dari So Good lainnya.

Dan pada tanggal 14 Juni 2017 yang lalu, So Good meluncurkan lomba kreasi masak Sampai RAMADHAN, SAATNYA SO GOOD.
Lomba kreasi masak ini diikuti oleh ibu-ibu Indonesia diseluruh penjuru yang bebas memilih kategori lomba yaitu kreasi ayam potong atau kreasi siap masak memakai produk-produk unggulan dari So Good.

Dan luar biasa lomba resep kreasi masak ini diikuti oleh lebih dari 800an resep selama periode lomba, sebulan lebih.
Nah...bisa dibayangin bagaimana So Good ini begitu menjadi pavorit ibu-ibu di seluruh penjuru. Mereka berlomba berkreasi resep dengan menggunakan produk So Good. Resep masakan yang mereka lomba kan pasti sudah menjadi resep pavorit masing-masing keluarga. Antusias dan sambutan yang luar biasa untuk So Good dalam mengadakan lomba berkreasi resep masakan ala So Good ini.

Pada tanggal 09 Agustus 2017 bertempat di Kopi Kalyan Jl. Cikajang Kebayoran Jakarta, So Good mengumumkan para pemenang lomba kreasi masak "Saat Ramadhan, Saatnya So Good. Pengumuman para pemenang ini di hadiri oleh komunitas ibu-ibu yang doyan masak, media dan juga blogger.

Kriteria yang menjadi penilaian lomba kreasi masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good ini adalah cara pengolahan dan teknik memasak, ide dan kreatifitas, dan juga cara penyajian masakannya. Selain itu, tujuan awal diadakannya Lomba Kreasi Masak Saat Ramadhan Saatnya So Good ini tak lain adalah supaya ibu-ibu Indonesia dapat berkreasi dalam menyajikan masakan yang disantap sehari-hari menjadi bervariasi dengan menggunakan produk-produk pilihan berprotein tinggi, khususnya memakai produk dari So Good.

Hadir untuk bertemu dan memberikan hadiah kepada para pemenang adalah Ibu Any Astuti selaku Marketing Manager dan juga Bp. Hartony Ho selaku Brand Manager dari PT. So Good Food ( SGF ).

Mereka berdua juga berpartisipasi menjadi juri lomba yang mengaku pusing dalam menentukan pemenang lomba.
Any Astuti selaku Marketing Manager menuturkan resep-resep yang masuk ini menandakan sekali bahwa ibu-ibu masa kini sangat kreatif, berinisiatif tinggi dan ingin selalu menyajikan masakan praktis nan lezat juga berprotein dan bergizi seimbang untuk keluarga.
Any Astuti berharap para pemenang dapat terus menginspirasi ibu-ibu lainnya diseluruh penjuru di Indonesia, untuk menyediakan makanan gizi dan protein seimbang yang praktis untuk keluarga khususnya untuk buah hati yang sangat membutuhkan protein tinggi untuk pertumbuhan buah hatinya.

Sementara Hartony Ho selaku Brand Manager PT So Good Food ( SGF ) menambahkan bahwa pemenang - pemenang yang terpilih oleh juri ini adalah mereka yang berhasil menghadirkan kreasi masakan yang masuk dalam unsur-unsur penilaian yaitu kreasi masak menggunakan atau memakai bahan-bahan yang mudah dicari dan tepat dan juga bahan-bahan itupun yang akhirnya membuat masakan menjadi lezat.

Saatnya pengumuman pemenang Lomba Kreasi Masak Saat Ramadhan, Saatnya So Good diumumkan.
Siapakah yang menjadi pemenangnya, tentu saja yang ikut lomba ini bisa dipastikan jantungnya dagdigdug menunggu pengumuman pemenang. Siapapun pemenangnya, semua yang mengikuti lomba ini luar biasa. Semua resepnya menginspirasi banyak orang.
Total pemenang ada 6 ( enam ) orang dari 2 kategori Lomba Kreasi Masak  -- Saat Ramadhan, Saatnya So Good.


Dan inilah pemenang dari kategori Kreasi Masak menggunakan So Good Ayam Potong :

  1. Pemenang I dengan kreasi menu Mangut Ayam Daun Pepaya, dimenangkan oleh Enni Faizah dari Yogyakarta.
  2. PemenangII dengan kreasi menu Garang Asem Enoki So Good Gondorasih, dimenangkan oleh Ridha And Nisa dari Pati Jawa Tengah.
  3. PemenangIII dengan kreasi menu Arsik Ayam Bumbu Combrang, dimenangkan oleh Alexandria Keny dari Kendal Jawa Tengah.


Sedangkan untuk pemenang dari kategori Kreasi masak menggunakan So Good Siap Masak :

  1. Pemenang I dengan kreasi menu Bakso Penyet So Good Laksana Spesial, dimenangkan oleh Chika Afandi dari Medan.
  2. PemenangII dengan kreasi menu Balado Terung Gulung Isi Chicken Stick Premium, dimenangkan oleh Yutakanayuta dari Malang 
  3. PemenangIII dengan kreasi menu Chicken Wing Mie Titi, dimenangkan oleh Setianingsih Sumaryo dari Jakarta.


Sebagai seorang Cheft dan juri dalam lomba kreasi ini juga hadir dalam acara Pengumuman Pemenang.
Cheft Ari Galih menjelaskan kriteria Lomba Kreasi Masak ini adalah :

  • Aspek dalam memberikan keunikan dan kreatifitas yang tajam.
  • Dapatmemberikan atau menghadirkan ke otentik an ( orisinalitas ) resep.
  • Bisamenampilkan keseimbangan dalam pemilihan bahan dengan produk yang digunakan.
  • Kreasimasak yang ditampilkan adalah masakan yang memiliki unsur kesegaran dan kepraktisan dalam proses pembuatan masakannya.
  • Danyang terakhir adalah Kreasi masakan ini sangat praktis dan dapat dipraktekkan oleh ibu-ibu lain nya dengan mudah.


Cheft Ari Galih sangat salut pada semua ibu-ibu yang mengikuti lomba. Mereka semua paham akan masakan Indonesia dan memberikan resep tidak hanya 1 atau 2 bahan saja akan tetapi memakai beberapa bahan pendukung yang sifatnya menyeimbangkan.

Di akhir acara ini Cheft Ari Galih juga mempraktekkan masakan ibu-ibu yang menjadi juara.

Acara yang sangat luar biasa dan menginspirasi kita semua, terutama untuk ibu-ibu agar selalu berkarya mempersembahkan masakan yang lezat, bergizi, berprotein tinggi, higienis untuk keluarga nya.

Karena kesehatan keluarga, ibu-ibu lah yang paling mengerti dan memahami nya.


Jum'at 11 Agustus 2017
tinapurbo@gmail.com

Selasa, 08 Agustus 2017

Film Nyai Ahmad Dahlan Siap Menghias Layar Bioskop Indonesia

Posted by tina sindi on 08.50 with 1 comment

Kamis 03 Agustus 2017 bertempat di NRA Tour & Travel saya berkesempatan menghadiri acara Press Conference Film layar lebar berjudul "Nyai Ahmad Dahlan.
Film Nyai Ahmad Dahlan ini siap menghias layar bioskop Indonesia dan akan tayang perdana pada tanggal 24 Agustus 2017.

Film Nyai Ahmad Dahlan ini diproduksi oleh IRAS Film.
Film Nyai Ahmad Dahlan ini menceritakan tentang perjuangan Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan, sang pendiri organisasi perempuan Aisyiyah yang menjadi sayap organisasi dari Muhammadiyah.

Dalam acara Press Conference ini, Dyah Kalsitorini selaku produser Film Nyai Ahmad Dahlan menjelaskan, pembuatan film ini bukanlah mengangkat sosok Nyai Ahmad Dahlan sebagai seorang istri KH Ahmad Dahlan seorang Pendiri Persyarikatan Muhammadiyah pada tahun 1912. Tetapi Film Nyai Ahmad Dahlan ingin mengangkat kembali kisah-kisah inspiratif tentang pejuang perempuan Indonesia.

Sebenarnya di Indonesia banyak sekali pejuang perempuan yang tidak kita ketahui, dan namanya terlupakan seperti Nyai Ahmad Dahlan ini.
Nyai Ahmad Dahlan ini merupakan tokoh perempuan dari Kauman, Yogyakarta. Film Nyai Ahmad Dahlan ini mendapat dukungan yang luar biasa dari keluarga besar Kyai Haji Ahmad Dahlan. Tujuan mengangkat film Nyai Ahmad Dahlan ini adalah untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air dan bangga pada sosok pahlawan Nasional kita.
Menurut Dyah Kalsitorini dalam pembuatan naskah film ini memerlukan riset selama 6 bulan dan didampingi pihak keluarga besar Nyai Ahmad Dahlan karena minimnya data tentang beliau.

Nyai Ahmad Dahlan yang dilahirkan pada tahun 1872 adalah pendiri gerakan perempuan "Sopo Tresno" yang kemudian bernama Aisyiyah. Melalui organisasi wanita Aisyiyah, Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan sangat membantu perjuangan kemerdekaan. Diawal revolusi beliau menggerakkan kaum wanita untuk mendirikan dapur umum. Nyai Ahmad Dahlan juga dikenal rajin bertukar pikiran tentang perjuangan dengan Presiden Soekarno dan Jenderal Sudirman. Dan Nyai Ahmad Dahlan merupakan perempuan pertama yang pernah memimpin Kongres Muhammadiyah tahun 1926.

Pembuatan Film Nyai Ahmad Dahlan ini sangat inspiratif. Beliau benar-benar Uswatun Hasanah bagi umat. Dalam film Nyai Ahmad Dahlan ini menggambar kan sosok perempuan yang sangat hebat, sosok Nyai Ahmad Dahlan sebagai istri, ibu, guru, sahabat dan pejuang perempuan.

Film yang mengambil lokasi syuting di Yogyakarta pada bulan April 2017 lalu, ini dibintangi oleh Tika Bravani sebagai Nyai Ahmad Dahlan, David Chalik sebagai KH Ahmad Dahlan, Cok Simbara sebagai ayah dari Nyai Ahmad Dahlan, dan sederet artis Tanah Air lainnya seperti Della Puspita, Rara Nawangsih, Malvino Fajaro, Egi Fedly, Inne Azri dan disutradarai oleh Olla Atau Adonara. Film Nyai Ahmad Dahlan ini akan mulai tayang di bioskop-bioskop tanah air, pada 24 Agustus 2017 mendatang.


Selasa 08 Agustus 2017
tinapurbo@gmail.com

Minggu, 06 Agustus 2017

Novel Anak Rantau Karya A. Fuadi Kembali Menjadi Bestseller

Posted by tina sindi on 18.06 with 15 comments

Panasnya kota Jakarta tidak menggoyahkan niat saya untuk hadir di acara peluncuran buku terbaru Anak Rantau karya penulis A. Fuadi.
Sampai di Kota Tua waktu menunjukkan jam 12.00 WIB. Kota tua dihari Sabtu ini sangat ramai sekali. Puluhan anak muda memadati area kota tua ini. Pantas saja ramai, ternyata di Kota Tua ini sedang berlangsung The Asean Literary Festival. Banyak tenda - tenda pameran buku memadati area kota tua.

Saya berjalan menuju Batavia cafe untuk menghadiri acara peluncuran novel Anak Rantau karya Ahmad FUADI. Di dalam gedung ini sudah ramai media, blogger dan juga para undangan lainnya. Bahkan ada juga undangan yang sengaja hadir dari luar kota, ini sangat luar biasa.
Dan yang membuat saya kagum, banyak mahasiswa dan anak muda hadir diacara peluncuran novel ini, dan penasaran ingin mendengarkan langsung penulis membuat novel anak rantau ini. Minat mereka membaca dan mengikuti workshop ini sangat tinggi. Kagum dan cukup berkesan buat saya.

Sebagai penulis A. FUADI menjelaskan bagaimana akhirnya novel ini bisa rilis juga. Ide untuk membuat novel ini sudah ada sejak lama. Pembuatan novel ini menghabiskan waktu yang cukup lama yaitu 4 tahun. Dan bahkan A. Fuadi sampai melakukan riset ke Sumatera Barat untuk mewawancarai para pemuka adat dan juga para perantau.
A. Fuadi menjelaskan mengapa novel ini lama sekali jadinya, karena terkadang sebagai penulis senior pun, juga sering di hinggapi rasa lelah dan malas. Rasa malas selalu datang kapan saja dan waktu yang tidak diinginkan.Tapi bersyukur akhirnya buku novel fiksi ini bisa selesai juga.

Novel Anak Rantau adalah hasil karya A. Fuadi yang keempat. A. Fuadi adalah penulis kelahiran Bayur Maninjau, Sumatera Barat. Ada yang bertanya dalam acara workshop.
Mengapa novel keempat A. Fuadi ini masih mengangkat tema perantauan?

A. Fuadi menjelaskan bahwa setiap manusia adalah perantau. Setiap orang pastinya memiliki naluri merantau dari satu tempat ke tempat lainnya.

Hampir sebagian orang pasti pernah merantau ke kota kemudian balik lagi ke kampung, begitupun sebaliknya. Ada perantau yang pindah tempat, ada juga yang hanya dengan pemikiran. Menurut A. Fuadi, tema perantauan ini yang selalu ada sepanjang masa.

A. Fuadi pun juga pernah merasakan merantau. Merantau dan berpindah-pindah tempat tinggal, lalu akhirnya kembali lagi ke Jakarta.
A. Fuadi juga membuka rahasianya, untuk menjadi penulis yang baik, harus ada support pendamping yang baik. Pendamping yang baik yaitu yang mau membaca draft tulisan nya dan mau mengoreksi dan mengkritiknya.
A. Fuadi merasa beruntung mempunyai istri yang membuat nya bersemangat untuk menulis. Istri yang salalu mengkritik apabila ada tulisan nya yang harus diperbaiki.

Wah...luar biasa ya....
Seorang istri mendampingi suami dan juga memberikan support suami dengan sepenuh hati. Terharu mendengar pemaparan nya.
Tak jarang pula sang istri mengingat kan untuk segera menyelesaikan novel ini secepatnya. Ini yang membuat A. Fuadi menjadi lebih konsentrasi dalam menulis novel anak rantau ini.

Rilisnya buku Anak Rantau ini, A. Fuadi sangat bersyukur sekali. Karena buku ini menjadi best seller. A. Fuadi merasa senang karena apa yang di buat mendapatkan apresiasi dari para pembacanya. Novel Anak Rantau ini sangat bermanfaat karena dalam novel ini sangat kental muatan lokalnya.
Novel ini juga terdapat pesan untuk anak muda yaitu pesan pendidikan. A. Fuadi juga ingin menyampaikan ke semua pembaca buku Anak Rantau ini, bahwa untuk mengobati luka masa lalu adalah dengan cara berdamai. Berdamai dengan memaafkan, lepaskan lalu lupakan...

Pesan ini diharapkan dapat dijadikan cambuk untuk para pembaca yang saat ini banyak yang terpecah belah. Memang tidak mudah memaafkan apalagi untuk melupakan. Tapi setidaknya kita bisa mencoba pesan yang sangat sederhana dan penuh makna ini. Agar kita menjadi jiwa yang lembut dan tidak mudah terpancing emosi. Karena emosi tidak akan menyelesaikan masalah.

A. Fuadi juga berharap buku Anak Rantau ini dapat menyembuhkan luka dan menularkan banyak maaf untuk para pembacanya.

Terkait strategi marketing penjualan novel Anak Rantau, Fuadi mengaku saat ini novelnya belum ada di toko buku yang ada sekarang. Langkah awal pemasaran novel anak rantau untuk sementara penjualan nya hanya secara online. Setelah dirasa pada waktu tertentu sudah cukup baru nanti akan dipasarkan di toko-toko buku dan dipasarkan secara konvensional.

"Novel anak rantau menceritakan petualangan Hepi bersama Attar penembak jitu dan Zen yang penyayang binatang. Semua tokoh ini bertualang mendatangi sarang jin, menghadapi lebaran bermata harimau, memburu biduk hantu, dan menyusup ke markas pembunuh. Semuanya demi melunasi semua dendam,sebuah rindu".

Sepulang menghadiri workshop buku anak rantau inipun saya penasaran dengan isi bukunya. Saya membaca nya dikereta arah pulang untuk menjawab rasa penasaran saya. Dan memang benar, buku anak rantau ini sangat bagus, sarat pesan dan ajakan untuk siapa saja.
Tak heran jika buku ini menjadi bestseller dan di bajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Karena para pembajak buku ini, membaca peluang bahwa buku ini akan laris nantinya dipasaran. Semoga para pelaku mendapatkan hidayah dan meminta maaf kepada sang penulis.

Tentang Penulis

Ahmad Fuadi lahir di Bayur, kampung kecil dipinggir Danau Maninjau, tidak jauh dari kampung ulama sastrawan Buya Hamka. Fuadi merantau ke Jawa mematuhi permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama.
Di Pondok Modern Gontor dia bertemu para kiai dan guru yang menginspirasi nya lahir dan bathin. Di pesantren ini dia bertemu dengan "miniatur dunia", karena ribuan santrinya datang dari Sabang sampai Merauke, bahkan dari mancanegara.
Pengalaman hidup 4 tahun di Gontor ini menjadi inspirasi nya menulis novel Mega bestseller, Negeri 5 Menara. Sejak itu, pepatah man jadda wajada semakin dikenal.

Instagram : @afuadi
Line            : fuadin5m
Email.        : kontak@negeri5menara.com


Prodia Women's Health Centre ( PWHC ) Pertama di Indonesia

Posted by tina sindi on 08.28 with 22 comments

Sebagai seorang wanita kita harus selalu menjaga kesehatan tubuh kita. Baik Kesehatan luar maupun Kesehatan dalam tubuh. Banyak penyakit yang berbahaya yang bisa mengancam nyawa kita. Dan penyakit berbahaya ini, terkadang tidak terdeteksi dengan jelas. Kita tidak merasakan keanehan dan tanda-tanda apapun di tubuh kita. Kebanyakan penyakit akan terdeteksi setelah parah.
Banyak orang tidak tertolong lagi nyawanya karena terlambat mengetahui bahwa dirinya terkena penyakit yang sangat serius.


Setiap anggota keluarga memiliki risiko serta penanganan kesehatan yang berbeda.
Oleh karena itulah Prodia menyediakan Panel Check-Up Kesehatan Keluarga sebagai persembahan bagi keluarga Indonesia.


Laboratorium klinik Prodia ini didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri Prodia lainnya tetap selalu menjaga komitmen untuk memberikan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Komitmen itulah yang mengantarkan Prodia menjadi Pusat Rujukan Nasional dengan visi menjadi Centre of Excellence dan layanan kesehatan terpercaya menunjang pengobatan generasi baru.

PT. Prodia Widyahusada ( PRDA ) yang beralamat di Jl. Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan ini menjadi pelopor pertama dan satu-satunya di Indonesia yang telah menyediakan Laboratorium klinik Prodia Women's Health Centre ( PWHC ).
PWHC ini diresmikan pada tanggal 8 Maret 2017, bertepatan dengan International Women's Day.

Beruntungnya saya bisa mendapatkan undangan acara Blogger Gathering PWHC pada hari Jum'at tanggal 4 Agustus 2017. Lokasi Prodia ini sangat strategis, dan dapat di jangkau dari arah mana saja. Posisinya tepat di depan swalayan santa. Prodia juga menyediakan area parkir yang luas untuk para pasien yang akan memeriksa kan Kesehatan nya.

Hingga saat ini Prodia telah tersebar hampir di seluruh provinsi Tanah Air. Dan telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 273 outlet Prodia. Terdiri dari 131 laboratorium klinik ( termasuk 10 diantaranya dengan tambahan izin dan layanan klinik Prodia Health Care/PHC ), 1 PHC stand alone, 3 klinik khusus, 12 laboratorium Rumah Sakit, dan 126 Point' of Care ( POC ) service di klinik dokter yang tersebar di 31 provinsi dan 114 kota di Indonesia.

Untuk saat ini layanan Prodia Women's Health Centre ( PWHC ) baru tersedia di Cabang Prodia Jl. Wolter Monginsidi Jakarta Selatan ini.

Owh ya...Dari tadi saya membahas tentang Prodia Women's Health Centre ( PHWC ), pasti sebagian teman-teman masih belum ada yang tahu apa itu PWHC. Saya akan jelaskan apa itu PWHC, Yuk mari lihat penjelasan tentang PWHC ini.

Prodia Women's Health Centre ( PWHC )

PWHC adalah klinik dengan layanan kesehatan khusus perempuan berbasis Women-Wellness yang pertama di Indonesia. PWHC memberikan layanan kesehatan yang komprehensif berfokus pada Obstetric Gynaecology mulai dari pencegahan dini, pencegahan lanjutan, diagnostic center hingga konsultasi dokter, dengan desain khusus yang didukung perlengkapan teknologi diagnostik terbaru.

Ibu Rini sebagai Project Manager PWHC menjelaskan dan memaparkan tentang PWHC.
Kenapa PWHC ini khusus perempuan, iya karena perempuan harus mendapatkan perlakuan dan perhatian yang khusus dan istimewa. Organ dalam tubuh perempuan sangat banyak dan harus mendapatkan pemeriksaan laboratorium rutin, maksimal satu tahun sekali.

Dari itulah PWHC memberikan keistimewaan pada perempuan. Karena sebagian besar perempuan selalu terlambat mengetahui penyakit di dalam tubuhnya. Hal ini dikarenakan penyakit yang hinggap ditubuhnya tidak ada tanda-tandanya. Hal inilah yang membuat perempuan mengambil kesimpulan bahwa dirinya sehat-sehat saja.

Ibu Rini juga menjelaskan perbedaan PWHC dengan Rumah Sakit. Apa sih yang menjadi perbedaan nya?
Kalau Rumah Sakit sebagian besar orang yang datang karena sedang sakit, dan butuh pengobatan sesegera mungkin.
Tetapi kalau PWHC ini, sebagian besar yang datang belum sakit tapi ingin memeriksa kan Kesehatan tubuhnya. Pasien yang datang ke PWHC ingin memastikan tubuhnya baik-baik saja atau sebaliknya. Kebanyakan pasien ingin melakukan pencegahan sebelum sakit. Dan ada baiknya kita memeriksakan kesehatan kita sebelum terlambat di PWHC, agar mendapatkan penanganan sedini mungkin. Penyakit berbahaya bisa datang kapan saja,dimana saja, dan kepada siapa saja, maka dari itulah sudah menjadi kewajiban kita untuk mencegah dan mengobatinya sebelum terlambat, dengan cara memeriksakannya ke PWHC.
Dari itulah PWHC memberikan keistimewaan khusus untuk perempuan di klinik ini.


Di PWHC  para pasien perempuan akan mendapatkan pelayanan yang sangat ramah dan spesial dari para pegawai dan juga dokternya. PWHC memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang datang untuk memeriksakan kesehatannya ataupun berkonsultasi dengan dokter.
Dokter dengan sabar akan mendengar kan keluhan pasien dan akan memeriksa pasien dengan sangat teliti.

Disamping pelayanan yang sangat memuaskan, Klinik Prodia juga mendesain ruangan senyaman mungkin, agar pasien yang datang tidak merasa tegang dan menjadi rileks seperti berada dirumah sendiri. Untuk melakukan pemeriksaan  atupun konsultasi dokter  para pasien bisa melakukan appointmen terlebih dahulu. Kita tidak perlu mengantri dan menunggu lama, karena sudah melakukan appointmen sebelumnya. Hal ini agar pasien tidak merasakan bete dan bosan karena menunggu antrian.

Nah...enak kan...jadi saat kita akan periksa ke PWHC kita sudah tinggal masuk untuk diperiksa ataupun berkonsultasi dengan dokter sesuai appointmen yang sudah disepakati.

Banyak layanan kesehatan perempuan yang disediakan di PWHC ini.

Apa saja layanan PWHC ?

Di PWHC para pelanggan Perempuan memiliki banyak pilihan untuk melakukan pencegahan penyakit dengan berbagai jasa layanan, yaitu :
  • Pencegahan dini ( primary preventifnya ).

Pencegahan dini ini adalah para pasien akan diberikan penyuluhan dan juga edukasi.

  • Pencegahan Lanjutan ( secondary prevention ).

Pencegahan lanjutan ini pasien akan dilakukan medical check-up, tes laboratorium lengkap dan juga Pap smear.

  • Diagnostic Centre.

Diagnostic Centre ini yaitu pemeriksaan USG ObGyn, Colposcopy, LLETZ, Hysterosalpingography, USG Breast, X-Ray ( Rontgen ) dan Electrocardiography.

  • Konsultasi dokter baik dokter umum maupun dokter spesialis dan sub spesialis.

Semua pemeriksaan di PWHC ini menggunakan teknologi yang sangat modern. Kita tidak akan merasa was-was apalagi ketakutan. Karena dokter yang akan memeriksa pun disediakan dokter yang sangat berpengalaman dibidangnya.

Selain Ibu Rini, Nara sumber dalam acara ini juga hadir yaitu Dr. Raditya Wratsangka sebagai Dokter Penanggung Jawab PWHC.
Dr. Raditya Wratsangka ini memberikan penjelasan dan juga sekaligus mempraktekkan cara memeriksa pasien dengan perlengkapan medis yang sangat modern. Semua perlengkapan medisnya akan membuat pasien merasa tenang dan nyaman.

Melakukan pemeriksaan di PHWC ini sangat memuaskan para pasiennya. Selain karyawannya yang ramah, ruang tunggu dan ruang pemeriksaannya dibuat senyaman mungkin, agar pasien merasa tenang dan tidak takut ataupun khawatir. Biasanya orang yang ingin melakukan tes kesehatan laboratorium akan dihinggapi rasa tegang dan kekhawatiran. Tapi di klinik PWHC ini, kekhawatiran akan hilang.
Alat - alat pemeriksaan di PWHC pun disediakan dengan diagnosis teknologi terbaru dan kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium Internasional.


Nah...keren kan...

Jadi jangan sepelekan penyakit, terutama untuk para perempuan. Tubuh sehat belum tentu kita terbebas dari berbagai macam penyakit. Lakukanlah pemeriksaan sedini mungkin agar mendapatkan pengobatan secepatnya. Sebelum terlambat dan sebelum kita menyesal. Karena sebagian besar penyakit berbahaya pada wanita tidak menunjukkan tanda-tanda yang sangat terlihat. Biasanya tanda-tanda akan muncul bila penyakit ditubuh kita sudah sangat serius.

Ngeri ya....saya saja berada di PWHC ini merasa nyaman sekali. Bersih, rapi dan nyaman. Ingin rasanya memeriksakan kesehatan saya di PWHC ini. Karena saya tidak ingin menyesal nantinya.

Dalam waktu dekat PWHC juga akan menyediakan layanan Hysterosalpingography dan Mammografy, mengacu pada Well-Women Annual Health Assessment Recommendations ( ACOG, 2012 ), dimana strata usia pasien dibagi berdasarkan usia yaitu :

  • Usia 13-18 Tahun.
  • Usia19-39 Tahun.
  • Usia40-64 tahun.
  • Usia65 Tahun keatas.

Kenapa pemeriksaan harus dibagi berdasarkan usia?
Karena kebutuhan setiap strata berbeda dan PWHC dapat melayani sesuai strata masing-masing usia tersebut.

Nah...makin canggih dan keren kan PWHC ini, jadi tunggu apa lagi, segera periksakan kesehatan tubuh kita di PWHC, agar mendapat penanganan sesegera mungkin. Sebelum penyakit berbahaya menggerogoti tubuh kita.

Waspadalah pada penyakit, karena penyakit bisa datang pada siapa saja.


Minggu 06 Agustus 2017
tinapurbo@gmail.com