Senin, 03 April 2017

Keluarga Di Atas Segalanya....

Posted by tina sindi on 23.58 with No comments
Keluarga kecil saya

Siapa sih yang bisa disebut ibu?

Seorang Ibu harus mempunyai jiwa yang tangguh, jiwa yang kuat serta jiwa yang sabar dan lapang dada. Ibu tidak pernah mengeluh apapun juga, meski sebenarnya hati dan jiwa nya sangatlah lelah. Ibu selalu merangkul, menyayangi dan berjuang demi keluarganya.

Apapun pekerjaan seorang ibu, ibu tetaplah mulia di mata keluarga. Saya selalu berusaha menjadi ibu yang terbaik untuk suami dan anak - anak meski saya masih sangat jauh dari sempurna. Apapun saya rela korbankan demi keluarga tercinta.
Ini kisah saya ketika saya mendapatkan musibah yang teramat berat bagi saya. Ketika anak dan suami saya harus di rawat di Rumah Sakit saya rela mengorbankan pekerjaan saya di luar sana. Saya rela kehilangan pekerjaan demi mengurus suami dan anak ketika mereka sedang sakit. Mereka sangat membutuhkan saya saat mereka sedang diberi ujian.

Ya....suatu malem saya mendapatkan suami saya yang sedang drop kondisi tubuhnya. Lemas dan tak berdaya, padahal tadi pagi suami masih terlihat sehat ketika akan pergi ke kantor. Tapi entah mengapa ketika malam tubuhnya lemas, muntah - muntah tak berdaya.
Sebagai seorang ibu sekaligus istri saya pasti panik. Bingung harus berbuat apa. Tapi...kunci utama ibu adalah harus tetap tenang, supaya anak - anak tidak menjadi khawatir.
Saya dan Suami tercinta

Iya...tips seorang ibu ketika mendapati musibah adalah tetap tenang, agar semua berjalan dengan baik.
Pertolongan pertama untuk suami saat itu saya hanya memberikan rebusan air hangat dengan jahe dan gula merah. Agar tubuhnya hangat dan tidak lemas.

Tapi....ketika itu, suami tetap muntah - muntah yang mengakibatkan badannya lemas. Akhirnya keesokan paginya saya membawa suami ke klinik dekat Rumah, yang saat itu di diagnosa terkena tipes. Tapi dalam waktu 3 hari suami tidak ada perubahan, malah sekujur tubuhnya tampak kuning. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali membawa suami ke tempat dokter praktek untuk kembali memeriksakan kondisi suami. Dan ternyata oleh dokter suami di rujuk ke Rumah Sakit untuk dirawat disana.

Disaat inilah saya sebagai seorang ibu mempunyai peran yang sangat berat. Peran menjadi ibu dengan berbagai kesibukannya, dan juga peran sebagai perawat suami selama dirumah sakit. Sementara pekerjaan kantor pun menuntut saya untuk tetap menyelesaikan pekerjaan.

Nah....disaat yang serba membingungkan ini saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Saya lebih memilih untuk fokus pada urusan Rumah, anak - anak dan juga suami yang sedang sakit.

Kecewa?

Saya tidak pernah kecewa dengan keputusan yang saya ambil. Kapan lagi saya berbakti pada suami kalau tidak sekarang.
4 hari menginap di Rumah Sakit akhirnya suami di ijinkan pulang juga. Tapi saya tetap harus menjaga pola makan sehat dirumah untuk keluarga terutama suami dalam masa penyembuhan. Dan

Alhamdulillah....Dengan ke ikhlaskan hati saya merawat suami, akhirnya suami sembuh total dan bisa beraktifitas hingga saat ini.
Dan mulai dari saat itu saya selalu membawakan bekal sehat untuk suami. Agar lebih terjamin kebersihannya dan kesehatan nya. Bukan berarti irit atau pelit, tapi demi menjaga kesehatan bersama. Suami pun senang dengan bekal yang selalu saya siapkan untuknya.
Sekarang saya sangat menikmati hidup saya sebagai seorang istri untuk anak - anak dan suami. Keluarga sehat membuat saya bahagia. Kebanggaan tersendiri melihat keluarga sehat.
Dan saat anak - anak menginjak remaja saya mulai merasakan kesepian dirumah.

Akhirnya saya menyibukkan diri dengan menjadi seorang Blogger dengan jam kerja yang fleksibel. Bisa dikerjakan dirumah ataupun sesekali keluar rumah untuk mencari bahan tulisan. Pekerjaan ini sangat membuat saya happy dan menghilangkan kejenuhan saya sebagai seorang ibu.
Keluarga kecil saya saat akan mudik

Nah.....gimana cerita singkat saya ?
Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Hidup bukan hanya melulu soal uang. Uang bisa dicari kapan saja, tapi kebahagiaan susah untuk dikembalikan. Saat keluarga membutuhkan kita, sebaiknya kita sebagai seorang ibu harus rela berkorban apapun juga. Karena kebahagiaan sesungguhnya adalah pengabdian seorang ibu terbayarkan saat melihat keluarga sehat dan bahagia.

Yang perlu di ingat "Keluarga adalah di atas segala - galaunya".
Jangan pernah

Selasa 04 April 2017
tinapurbo@gmail.com
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar