Kamis, 17 Agustus 2017

Waspadai Penyakit Psoriasis Dan Solusi Pengobatannya

Posted by tina sindi on 11.35 with 10 comments

Mengikuti workshop di acara kesehatan, yang bertempat di Hotel Westin Jakarta ini membuat saya menjadi harus lebih waspada. Ternyata banyak penyakit kulit yang tidak saya ketahui, penyakit kulit yang berbahaya dan tidak.

Dari workshop inilah menjadi pengalaman dan ilmu yang sangat berharga buat saya. Saya jadi paham, bahwa ada penyakit kulit yang sangat berbahaya dan bahkan susah sembuhnya.

Apalagi acara workshop ini dimulai dengan menampilkan sebuah video dari Dr. Gigi Rio Suwandi yang menceritakan kisahnya sebagai penderita penyakit Psoriasis. Dari cerita singkatnya inilah saya semakin sadar bahwa penyakit sekecil apapun harus kita waspadai. Segera periksa ke dokter agar kita mendapatkan pengobatan dengan cepat dan benar. Jangan remehkan penyakit, apalagi gangguan pada kulit kita. Penyakit kulit saat ini banyak macamnya, dan berbeda pengobatan nya. Jadi tetaplah waspada dengan penyakit apapun.

Apa sih Penyakit Psoriasis itu ?

Psoriasis adalah penyakit autoimun umum yang tidak menular. Gangguan psoriasis adalah kulit terlihat ruam merah yang timbul dengan sisik keperakan dengan sel kulit mati bertumpuk, dan penyebarannya di permukaan tubuh. Psoriasis yang muncul di telapak tangan dan tumit, atau disebut psoriasis palmoplantar, diderita oleh 40% pasien dengan plak psoriasis.

Nah....ngeri ya dengar nya, saya saja sampe merinding. Karena saya sadar, ternyata banyak penyakit kulit yang tidak saya ketahui semua. Dan mulailah mengecek kulit saya dan juga keluarga, kan mencegah lebih baik dari mengobati, setuju kan.....

Setelah kita semua di ajak menyaksikan kisah penderita Psoriasis, selanjutnya acara disambung dengan penjelasan dari Narasumber dr. Danang Tri Wahyudi. SpKK(K), spesialis kulit dari Rumah Sakit Darmais.

dr. Danang Tri Wahyudi ini menjelaskan bahwa psoriasis ini sangat menyiksa si penderita. Pasien tidak hanya harus berjuang melawan rasa sakit, tetapi mereka juga harus melawan beban emosional seperti stres dan kecemasan yang berdampak pada bagaimana pasien tersebut dapat menjalani kehidupan sehari-hari dan menjalani hidup yang lebih bermanfaat. Penyakit Psoriasis ini memiliki dampak yang besar bagi kesehatan fisik dan mental. Selain itu, penderita Psoriasis juga akan mengalami krisis akan kepercayaan dirinya.

Semua yang dijelaskan dr. Danang Tri Wahyudi Sp.KK(K) ini memang benar. Semua penyakit pada awalnya bermula dari stres. Bila kita stres maka penyakit akan mudah datang, karena stres kondisi tubuh kita akan menurun. Stres membuat kita menjadi cemas, nafsu makan kurang dan yang lebih parah lagi kita menjadi tidak memperhatikan akan kondisi tubuh kita. Maka dari itu, usahakan kita terbebas dari stres. Buat lah hidup kita tenang dan damai supaya kesehatan kita juga terjaga.

Penyebab penyakit Psoriasis ini juga banyak faktor nya, diantaranya faktor genetik, dan kelainan imunologi. Selain itu juga faktor yang memicu terjadinya Psoriasis ini juga karena konsumsi alkohol, merokok, sinar matahari, infeksi bakterial, trauma fisik dan adanya gangguan pada metabolisme.

Psoriasis bukan hanya penyakit yang berkaitan dengan kosmetik, tetapi psoriasis ini adalah penyakit yang menahun, kronis dan seringkali menimbulkan stres, dimana dapat memberikan dampak bagi semua aspek kehidupan penderitanya. Kurang lebih 30% pasien psoriasis memiliki, atau akan mendapatkan psoriasis arthritis ( PsA ), kondisi dimana sendi-sendi tubuh terkena psoriasis dan menyebabkan nyeri, kekakuan, dan kerusakan sendi permanen. Psoriasis juga diasosiasikan dengan kondisi kesehatan serius lainnya, seperti diabetes, sakit jantung dan depresi.
Jadi makin terbuka saya dengan pemaparan dr. Danang Tri Wahyudi ini. Akan tetapi semua penyakit pasti ada obatnya seperti Psoriasis ini.

Sebagai General Manager Pharma, Presiden Director, Novartis Group Indonesia yaitu  Milan Paleja ikut hadir dan memberikan penjelasan tentang Novartis ini.

Novartis memberikan solusi pengobatan baru untuk psoriasis dengan secukinumab.

Secukinumab adalah obat biologis -- protein dengan rekayasa genetis yang didapatkan dari gen manusia yang dirancang untuk menghambat komponen spesifik di sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan inflamasi. Novartis ini bekerja secara spesifik menyasar IL-17A dan bekerja dengan secara selektif menghambat aktivitas IL-17A yang terkait dengan respon tubuh terhadap inflamasi dan daya tahan, seperti psoriasis. Secara sederhana, obat ini beraksi dengan menghambat siklus respon daya tahan tubuh terhadap penyakit psoriasis.

Novartis ini menyediakan solusi layanan kesehatan bagi pasien dan komunitas dan juga kebutuhannya yang terus berkembang.
Novartis bermarkas di Basel, Swiss. Novartis secara tepat menjawab kebutuhan pengobatan yang inovatif, produk genetik yang dengan harga efisien, pengobatan biosimilar, dan perawatan mata. Produk Novartis ini bisa kita dapatkan sekitar 155 negara diseluruh dunia.
Untuk lebih jelas mengenai Novartis ini bisa deh kepoin medsos nya di akun Twitter nya @Novartis.

Setelah Milan Paleja dari Novartis Group Indonesia, Narasumber berikutnya adalah Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM, sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menjelaskan bahwa Penyakit Psoriasis adalah penyakit berbahaya. Epidemiologi penyakit ini secara global prevalensinya 1-3%. Insiden tertinggi pada kelompok Kaukasus. Sedangkan insiden terkecil ditemukan pada pribumi suku Indian di Chile dan Argentina.

Di Indonesia psoriasis ditemukan dari Sabang sampai Merauke dengan perkiraan 1% dan penyakit ini biasanya dimulai pada usia 10-30 tahun dan risiko sama untuk laki-laki dan perempuan.
Jika awalnya psoriasis timbul pada usia dibawah 15 tahun, biasanya faktor utama penyakit psoriasis ini adalah ada riwayat psoriasis dalam keluarga.
Penyakit Psoriasis ini mengenai seluruh tubuh relatif lebih berat, akan tetapi psoriasis akan memberikan respon yang baik terhadap pengobatan.

Menurut Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati penyakit Psoriasis ini tidak ada pantangan ataupun larangan makanan. Tetapi akan lebih bagus jika sang penderita psoriasis ini melakukan gaya hidup sehat, dengan cara makan makanan sehat seperti sayur dan buah dan juga rutin berolah raga. Hindari minuman beralkohol dan juga enyahkan rokok. Gaya hidup sehat akan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh kita.

Psoriasis merupakan masalah kesehatan di Indonesia, sehubungan dengan hal tersebut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia membuat kebijakan dan strategi dalam pencegahan dan pengendalian psoriasis ini.

Langkah pencegahan dilakukan melalui.

  1. Penyusunan buku Pedoman Penanggulangan Psoriasis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Penyusunan Kurikulum dan Modul Pelatihan penanggulangan Psoriasis dan Lupus Eritematosa Sistemik Bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, guna meningkatkan dan memperkuat manajemen deteksi dini dan tatalaksana faktor risiko pada psoriasis yang didukung dengan peningkatan dan mengembangkan kompetensi dan kapasitas tenaga kesehatan.
  2. Promosi Kesehatan, Promosi Kesehatan dilakukan melalui kegiatan advokasi, sosialisasi, pemberdayaan masyarakat dan informasi melalui media. Pemberdayaan masyarakat ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan serta kemampuan individu, keluarga dan kelompok masyarakat untuk melakukan perilaku pencegahan dan berperan aktif dalam penanggulangan Psoriasis.
  3. Kemitraan, Kemitraandapat dilakukan oleh lintas sektor maupun lintas program melalui jejaring kerja dan kemitraan untuk mendukung dan memperkuat penanggulangan Psoriasis. Kemitraan dilaksanakan dengan prinsip kesamaan kepentingan, kejelasan tujuan, kesetaraan dan transparansi di bidang Kesehatan.


Dr Lily Sriwahyuni Sulistyowati juga berharap kerjasama yang baik dengan media dan juga blogger untuk menyebarluaskan masalah psoriasis ini.
Peran serta media dan juga blogger diharapkan masyarakat akan semakin paham dan mengerti akan Penyakit Psoriasis ini.

Siapapun tidak ingin terkena penyakit apapun. Maka dari itu, yuk...mulai rubah gaya hidup kita dan keluarga dengan gaya hidup sehat.
Sehat adalah dambaan semua orang.


Jum'at 18 Agustus 2017
tinapurbo@gmail.com
Categories:

10 komentar:

  1. Temanku hingga sekarang ada yang masih terkena penyakit psoriasis tapi untunglah tak menganggu aktifitasnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untungnya tdk mengganggu aktifitas ga mba.... telah s gimana dia mba...minum obat rutin atau ga?

      Hapus
  2. ngeri juga ya............
    semoga kita terhindar dari segala jenis penyakit..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin....iya mba...sy aja jd parno nih skrng klu kulit bermasalah, jd waswas

      Hapus
  3. Terimakasih sudah berbagi. Jadi nambah pengetahuan nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mba....terima kasih juga sudah mampir, salam santun selalu 😀

      Hapus
  4. Makasih infonya. Berapa persen pasien penyakit psoriasis yang telah sembuh dgn memakan obat yang disebutkan mbak? Kan penyakit menahun ya. Bisa kambuh lagi ga setelah diobati?

    BalasHapus
  5. Makasih infonya. Berapa persen pasien penyakit psoriasis yang telah sembuh dgn memakan obat yang disebutkan mbak? Kan penyakit menahun ya. Bisa kambuh lagi ga setelah diobati?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Persennya blm dijelaskan mba...dapat sembuh asalkan kita tetap menjaga pola hidup sehat mba.....dan menjauhkan hal² yg diatas.

      Hapus
  6. Aduh mak ngeri sekali ya penyakit ini bisa menganggu mental juga

    BalasHapus