Industri Direct Selling Saat New Normal Sangat Meningkat

 


Pemerintah menerbitkan protokol normal baru (new normal) bagi perkantoran dan industri dalam menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19 yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan. Selama Pandemi ini memang banyak perkantoran ataupun industri yang tidak beroperasi maksimal. Ini mengakibatkan banyak perusahaan ataupun industri yang merugi. Siap ga siap kita harus menjalankan new normal dengan prokes yang ketat.


Jum'at 17 Desember 2021 APLI indonesia kembali menggelar acara APLI Talk Show hari ketiga sekaligus hari terakhir dengan tema "Implementasi New Normal Pada Industri Direct Selling". Dalam Era Digitalisasi Terhadap Para Pelaku Usaha.

Direct selling atau penjualan langsung dapat menjadi cara yang efektif untuk membangun bisnis yang fleksibel dan berbiaya rendah. Apalagi saat masa pandemi seperti saat ini. Cara ini sangat efektif dan dapat mengurangi biaya iklan, menghindari biaya overhead, dan membangun hubungan pelanggan yang tahan lama.

Saat industri Direct Selling di Indonesia semakin lama semakin bertumbuh dan selalu bertumbuh dan tentunya ini dibawah Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) yang dipimpin oleh Bp. Kany V Soemantoro. 

Pemaparan dibuka oleh narasumber Bp. Oke Nurwan, Dipl.,Ing selaku Dirjen Perdagangan Dalam Negeri. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini bisa dikatakan membaik. Setelah terjadi resesi di akhir tahun 2020 sampai pertengahan tahun 2021. Meski saat ini ekonomi membaik kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dimana pun dan kapanpun. Tidak boleh lengah karena demi kesehatan dan kebaikan kita semua.

Kegiatan ekonomi dan perdagangan boleh dijalankan dengan mematuhi prokes disiplin. Agar ekonomi kita tetap berjalan dan meningkat. Agar kita bisa menuju kehidupan normal, karena Indonesia dibanding negara lain sudah sangat bagus kasus covid-19 nya. Kuncinya adalah protokol kesehatan harus ditingkatkan, jangan pernah di abaikan. Agar tidak terjadi gelombang lonjakan berikutnya.

Makro ekonomi Indonesia sudah mulai membaik. Ada empat pilar terkait pertumbuhan ekonomi berbasis pengeluaran yaitu :

  1. Konsumsi rumah tanggan
  2. Investasi
  3. Government spending
  4. Ekspor import

Harapan Pemerintah Pada MLM adalah :

Pelaku Usaha :

Menjalankan kegiatan usaha sesuai koridor ketentuan yang berlaku. Melakukan pemenuhan kewajiban pelaporan kegiatan usaha yang nantinya akan digunakan sebagai data untuk menyusun rekomendasi penyusunan kebijakan.

Asosiasi Penjualan Langsung

Berperan aktif memberikan masukan atau rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka penyusunan kebijakan dalam sektor Penjualan Langsung.

Tertib Niaga

Direktorat Bina Usaha dan Pelaku Distribusi akan senantiasa berkoordinasi dengan Tertib Niaga untuk meningkatkan iklim usaha penjualan langsung yang lebih baik untuk mendukung kontribusi industri terhadap Perekonomian.

Asosiasi Penjualan Langsung 

Berperan aktif untuk turut serta memberikan penyuluhan, pendidikan dan pelatihan kepada Perusahaan Penjualan Langsung baik dalam rangka perizinan berusaha maupun dalam rangka peningkatan kepatuhan pemenuhan kewajiban pelaporan kegiatan usaha dan pelaksanaan kegiatan usaha perusahaan agar tidak menyalahi ketentuan Penjualan Langsung.

Evaluasi Hasil Verifikasi Lapangan terkait MLM yaitu :

  • Menjual barang yang tidak tercantum dalam program pemasaran
  • Belum mencantumkan nama perusahaan dan dijual dengan sistem Penjualan Langsung
  • Alamat tidak ditemukan atau berhasil beroperasi tanpa pemberitahuan
  • Ditemukan penjualan barang di online market place
  • Over produk atau program pemasaran

Pemaparan selanjutnya adalah oleh Bp. Kany V Soemantoro selaku Ketua umum APLI Indonesia. Bp. Kany memaparkan bahwa kondisi perekonomian dimasa pandemi, sempat jatuh dan alhamdulillah bisa bangkit ditahun ini, kembali positif. Pandemi Indonesia juga sudah menurun. Ekonomi berhubungan erat dengan investasi. Jika investasi naik maka ekonomi kita bisa membaik. Kita berada didalam kondisi New Normal. Kondisi dan tantangannya adalah peran swasta memiliki peran yang sangat penting. 

Direct Selling saat ini mengalami kenaikan. Indonesia adalah negara yang memiliki kemudahan berusaha. Di Indonesia berusaha diatur dalam peraturan pemerintah No. 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (P2B2R).

Perizinan Berusaha Berbasis Resiko diantaranya :

  • Resiko Menengah Rendah, NIB + Sertifikat Standar (SS)
  • Risiko Rendah, cukup melampirkan Nomer Induk Berusaha (NIB)
  • Resiko Menengah Tinggi melampirkan NIB + SS yang di verifikasi
  • Resiko Tinggi, NIB + Izin (+ SS)

Paradigma perizinan berusaha diubah dari berbasis izin ke risiko. Artinya perizinan berusaha dikelompokkan berdasarkan tingkat resiko usaha dan tingkat risiko ini menentukan jenis perizinan berusaha. Semakin rendah risiko usahanya, maka akan semakin mudah dan cepat prosesnya.

Jadi bagi masyarakat yang ingin membuka usaha perlu diperhatikan apa saja yang perlu dipersiapkan agar proses perizinannya dapat diurus dengan mudah.

Dan semoga kita bisa kembali bangkit dari keterpurukan setelah pandemi yang sangat hebat ini.

Ingat tetap disiplin prokes dimanapun dan kapanpun. Jangan pernah lengah, sudah cukup 2 tahun ini kita mengalami pandemi yang membuat ekonomi kita semua jatuh. Tetap semangat jaga kesehatan dan ingat disiplin prokes.

Komentar