Ikhtiar Memberangkatkan Adik Sepupu Umroh Ke Tanah Suci Mekkah

 


Assalamualaikum Wr. Wb

Kita semua pasti tahu, bawa setiap umat muslim pasti memiliki keinginan untuk bisa Umroh dan naik haji. Iya karena Umroh dan naik haji merupakan ibadah dan masuk dalam rukun islam. Allah tidak memanggil orang-orang yang MAMPU, tapi Allah MEMAMPUKAN orang-orang yang "Terpanggil" untuk berkunjung ke Baitullah (ka'bah). Ibadah Umroh adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan beberapa amalan wajib dalam Islam. Amalan dalam ibadah umroh ini untuk mendapatkan pahala dan ampunan dari Allah SWT. Keseluruhan rangakaian pelaksanaan ibadah umroh di lakukan di Arab Saudi, sehingga siapapun yang berangkat kesana tentulah orang yang mampu dan memiliki bekal lahir dan bathin.

Lantas bagaimana jika orang yang ingin sekali berangkat umroh, tetapi biaya belum ada. Sebenarnya semua itu adalah rahasia Allah SWT. Banyak orang yang bisa berangkat umroh dari kalangan menengah kebawah. Jalan mereka berangkat Umroh bermacam-macam. Ada yang dari pekerjaan, menang undian, saudara, balas jasa dan masih banyak lagi lainnya. Seperti hal nya saya, yang ingin sekali bisa memberangkatkan adik sepupu saya umroh ke Tanah Suci Mekkah dengan alasan balas budi kedua orang tuanya. 

ALASAN INGIN MEMBERANGKATKAN ADIK SEPUPU UMROH KE TANAH SUCI MEKKAH

Adik sepupu saya bernama Achmad Rafiudin, yang saat ini berusia 47 tahun. Achmad lahir di Jakarta anak ke dua dari 4 bersaudara. Memberangkatkan adik sepupu tidak semata-mata keinginan saya, tapi juga cita-cita beliau yang sudah tidak sabar untuk bisa beribadah umroh. Setiap kali bertemu Achmad selaku mengutarakan niatnya bisa pergi umroh sebelum di panggil Allah SWT, ucapnya. Achmad pun sering sekali melihat youtube Mekkah dan Umroh, dan selalu berdo'a agar dia bisa menginjakkan kaki dan beribadah di Mekkah. Saking pengennya umroh, dia memiliki keyakinan bisa menjalankan ibadah umroh suatu saat. Jika sudah lepas baju seragam kerja, kemanapun Achmad selalu memakai peci. Tak jarang, dia sering sekali di panggil Pak Haji oleh orang yang dia temui. Achmad juga menjadi panutan kakak dan adiknya, karena sifatnya yang baik dan ramah pada siapapun.





Saya pun tergugah untuk bisa mewujudkan keinginannya itu, insyaallah jika Allah berkendak adik sepupu saya bisa menginjakkan kaki ke tanah suci...Amin Siapa yang tidak tergugah hatinya ketika mendengar adik sepupu ingin sekali berumroh. Terlebih keinginannya itupun didukung dengan kemahirannya membaca Al-Qur'an dan ketaatannya dalam beribadah. Inilah yang membuat saya bertekad kuat bisa mengantarkannya untuk berumroh. Tidak ada yang mustahil didunia ini, karena semua itu kembali berpulang kepada Allah SWT. 

Sejak kecil kami dibesarkan bersama, dalam satu atap. Orang tua beliau sempat tinggal bersama keluarga saya sebelum akhirnya memiliki tempat tinggal sendiri. Hanya berjarak 100 meter rumah orangtua saya dan orangtua Achmad. Tak hanya itu, saya dan Achmad pun disekolahkan ditempat yang sama sejak SD sampai SMP. Setelah lulus SMP barulah kami di sekolahkan terpisah. Achmad melanjutkan ke STM sementara saya ke SMEA. 

Saat ini kami sama-sama sudah memiliki keluarga masing-masing. Achmad tinggal di Pondok Kopi Jakarta Timur. Keinginan berumroh Achmad belum tercapai hingga saat ini. Iya karena saat ini beliau sedang fokus membiayai pendidikan anak-anaknya. Membiayai 4 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah, memang sangat berat. Tetapi Achmad tak pantang menyerah. Baliau berusaha sekuat tenaga agar bisa mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Penghasilannya bekerja saat ini hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari dan biaya pendidikan anaknya. 


Meski dia tak bergelimang harta, tapi rasa dermawan yang diturunkan oleh kedua orangtuanya sangat melekat di dirinya. Memang saat ini Achmad belum rutin berbagi kepada semua orang yang kurang beruntung. Akan tetapi Achmad rutin berbagi kepada orang yang terkena bencana banjir di daerah Halim P.K. Iya setiap kali daerah Halim kebanjiran, Achmad selalu memberikan bantuan meski nominalnya tidak banyak. Setidaknya dia sudah ikhlas berbagi apapaun. Alasan berbagi di daerah Halim, karena itu adalah tempat tinggal almarhum kedua orangtuanya dulu. Achmad merasakan bagaimana perihnya dulu saat iya juga mengalami musibah banjir langganan ini. Jadi sampai saat ini Achmad masih rutin memberikan bantuan sembako dan makanan kepada korban banjir disana.


Salut saya melihat rasa sosialnya kepada sesama yang mengalami bencana. Tak jauh beda dengan kedua orangtuanya. Benar kata pepatah "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya". Semua kebaikan yang dilakukan orangtuanya sama persis dengan anaknya sekarang. Jadi kita bisa petik pelajaran, ajarkanlah anak kita kebaikan, maka anak akan mencontoh semua yang diajarkan orangtuanya.

BALAS BUDI KEDUA ORANG TUANYA

Saya ingin sekali membalas semua jasa orang tuanya, yang saat ini sudah almarhum. Kedua orang tua adik sepupu saya ini sangat baik sekali pada keluarga saya, bahkan pada semua orang. Beliau adalah panutan saya sejak kecil. Jiwa dermawannya kepada siapa saja yang selalu saya ingat. Terlebih kepada saya dan juga keluarga saya. Saya masih ingat jelas batapa beliau sangat menyayangi saya. Yah saya diperlakukan seperti anak kandungnya. Karena ketika saya kecil hingga remaja saya hidup dalam kesederhanaan. Tante saya inilah yang selalu memperhatikan kebutuhan saya, meski saya hanya ponakannya, tapi perlakuannya pada saya seperti anak sendiri. Begitupun dengan orangtua saya, beliau selalu membantu jika orangtua saya sedang mengalami kekurangan materi. Tanpa diminta orangtua Achmad selalu membantu orangtua saya. Tak pernah hitung-hitungan kalau soal membantu keluarga saya. Sehingga saya begitu menghormatinya.

Begitu banyak kebaikan tante saya, sehingga saya tidak bisa menyebutkan satu persatu. Biarlah Allah yang tahu semua kebaikan beliau. Orangtua Achmad adalah orang terbaik buat saya. Bahkan jasa dan Budi beliau tak bisa diganti dengan apapun. Saya sempat berucap, nanti kalau saya sudah besar saya akan balas semua budi baiknya. Sayang belum sempat saya balas budinya, beliau sudah di panggil Allah SWT.

Dan karena alasan itulah, saat ini saya ingin sekali membalas semua budinya melalui anak lelaki pertamanya. Karena keinginan kuat anaknya yang ingin berumroh, maka saya berikhtiar supaya keinginan dan do'a saya diijabah Allah SWT, untuk memberangkatkan umroh anak lelaki pertamanya sekaligus anak kesayangannya. Anggaplah ini sebagai balas budi orangtuanya kepada saya dan keluarga saya.

KADO BERANGKAT UMROH KE TANAH SUCI MEKKAH  

Sebagai penghargaan atas semua jasa orangtuanya, maka sayapun berkeinginan untuk bisa memberikan kado spesial untuk anaknya. Kado yang bisa membahagiakannya dan juga bisa meningkatkan spiritualitas ibadahnya serta bisa menikmati hari tuanya. Kado impian itu adalah memberangkatkan adik sepupu ke Tanah Suci Makkah untuk melaksanakan ibadah umroh.


Ikhtiar inilah yang hanya saya berikan atas semua jasa orang tuanya kepada saya dan keluarga saya. Karena saya tidak bisa membalas jasanya selain dengan cara ini. Iya saya bukan orang yang berkecukupan dan hidup mewah. Sebenarnya Adik sepupu sayapun tidak ingin menerima hadiah ini, tapi hanya dengan cara inilah saya bisa mebalas budi orangtuanya kepada keluarga saya. Saya utarakan niat baik saya ini, adik sepupu sayapun berkaca-kaca mendengar ucapan saya. Bersujud syukur dan berkata Allahu Akbar. Netes airmata saya melihat pemandangan seperti ini. Karena sejatinya semua kebaikan orangtua, anaklah yang akan menikmatinya. Jadi tak ada yang sia-sia di dunia ini, kebaikan yang kita lakukan, pasti ada saja balasannya dari Allah SWT...Amin 

Bismillahirrahmanirrahim

"Allahumma inni as'aluka bi anni asyhadu annaka antallahu la ilaha illa antal ahadus shomad alladzi lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuwan ahad.” 

Artinya: "Tuhanku, aku memohon (pertolongan) kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Komentar