Pesona Digital NTT Wujudkan UMKM NTT Go Digital

 

Hampir 2 tahun kita mengalami pandemi yang tak berkesudahan. Dan disaat kita akan bangkit, dengan memberikan vaksin kepada masyarakat angka covid semakin tinggi. Kemungkinan banyak yang lalai menerapkan 5M, alhasil penularan semakin cepat. Pandemi sangat berpengaruh sekali terhadap perekonomian Indonesia, terutama para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memberikan omzet terbesar pada lajunya perekonomian Indonesia.

Apalagi para UMKM yang berada di daerah, contohnya saja di Nusa Tenggara Timur (NTT). Para pelaku UMKM di NTT tepatnya di Kota Maumere ini sangat berpengaruh sekali. Padahal Kota Maumere ini terkenal dengan budayanya, keindahan alamnya, hingga kriyanya yang indah. Untuk itulah pemerintah menggelar acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membeli dan bangga memakai produk karya anak bangsa.

GerNas Bangga Buatan Indonesia

Pada tanggal 18 Juni 2021  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang bertindak sebagai campaign manager untuk kegiatan "Nasional Bangga Buatan Indonesia", di NTT. Kegiatan yang diadakan kemarin mengusung tema Kilau Digital Permata Flobamora. Flobamora merupakan singkatan dari pulau-pulau besar di NTT, yaitu Flores, Sumba, Timor, dan Alor. 

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini diharapkan bisa membuka peluang pasar baru bagi UMKM, baik di ranah regional maupun global. Di masa pandemi diharapkan UMKM dapat berpindah dari manual based ke platform online. Bagi yang belum masuk ke dalam ranah online, dan belum memiliki toko-toko online, jangan ragu karena akan diajarkan untuk masuk dan memiliki toko online, karena program ini adalah program pemerintah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat khususnya di NTT.

Saya pribadi sangat suka dengan barang-barang lokal, atau buatan Indonesia. Iya buatan Indonesia tak kalah menariknya bagi saya. Justru barang buatan Indonesia ini sangat menarik, karena memiliki karakteristik yang tidak ditemui dinegara lain. Karena Indonesia memang sangat terkenal dengan kekayaan alam dan budayanya. Saya sangat senang menyaksikan acara Digital Permata Flobamora meski menyaksikannya secara virtual. Benar-benar seperti berada di Labuan Bajo langsung. 

Acara Digital Permata Flobamora ini sebenarnya diadakan secara ofline dengan tetap melakukan prokes ketat dan juga online melalui Zoom dan Live Youtube. Selain itu juga acara ini disiarkan secara Langsung di TVRI, Metro TV, INew TV, dan Radio RRI. Adapun beberapa tamu undangan yang hadir dalam acara Digital Permata Flobamora VVIP baik online maupun offline diantaranya : 

Wakil presiden Ma'ruf Amin, Luhut Binsar Pandjaitan (Menkomarves), Johnny G. Plate (Menkominfo), Perry Warjiyo (Gubernur BI), Tito Karnavian (Mendagri), Basuki Hadimuljono (MenPUPR), Sandiaga Uno (Menparekraf), Erick Thohir (MenBUMN), Teten Masduki (MenkopUKM), Abdul Halim Iskandar (Mendes PDTT), Viktor Laiskodat (Gubernur NTT), Ririek Adriansyah (Dirut Telkom), dan Edistasius Endi (Bupati Manggarai Barat).

Kemkominfo mendukung gerakan ini, agar para pelaku UMKM bisa memanfaatkan sarana ruang digital dengan benar agar bisa menjadi soko guru perekonomian bangsa. Untuk masuk ke pasar digital ada dua syarat penting yang perlu diperhatikan bagi para pelaku UMKM terutama untuk yang memperkenalkan produk-produk kriya, wastra dan sebagainya. Yang pertama, harus selalu memastikan kualitas produk adalah produk terbaik dan yang kedua adalah mengenai ketersediaan produk. Sediakan barang dalam jumlah banyak, standar terjamin, dan ketersediaan barang yang cukup. Itulah yang menjamin keberlangsungan dari kehidupan UMKM.

Acara tersebut juga menghadirkan para pembicara dari marketplace dan juga payment gateway meliputi Shopee, Tokopedia, LaDaRa, Blibli, Bukalapak, DANA, dan OVO yang membahas tentang program dan dukungan kepada UMKM agar siap terjun ke pasar online.

Peresmian Bumbes Mart Go Digital Go NTT

Karena pandemi dan aktivitas fisik dibatasi, maka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini pun sekaligus meresmikan Go Digital Go NTT. Targetnya, produk para pengrajin dapat dipromosikan lebih luas melalui platform digital media sosial serta dipasarkan di pameran. Produk dari pengrajin akan dibantu dipasarkan melalui marketplace yang sudah exist seperti Tokopedia dan LaDaRa yang sudah bermitra juga dengan OVO dan Grab, sehingga produk binaan Dekranas bisa berjalan berjualan secara online. 

Bank Indonesia pun berupaya membantu pengembangan program UMKM dari sisi digitalisasi promosi maupun digitalisasi sistem pembayaran. Salah satunya adalah dengan menggunakan standarisasi QR Code atau QRIS yang saat ini telah banyak digunakan. Ini dilakukan untuk mempermudah dalam transaksi pembayaran secara digital. Sehingga, walaupun UMKM tetap harus bisa go digital supaya bisa memperluas pemasaran, jadi bisa siap ekspor.

Nah berikut ini cara berbelanja BumdesMart Go Digital Go NTT sama seperti berbelanja di toko online lainnya. 

  1. Terlebih dahulu kita memilih barang yang akan kita beli.
  2. Setelah barang yang kita inginkan sudah di dapat, kita tinggal masukkan alamat yang menjadi tujuan kita.
  3. Setelah selesai kita tinggal pilih cara pembayaran. Cara pembayaran ini ada beberapa jenis cara pembayarannya.
  4. Kita tinggal bayar sesuai dengan nominal harga barang, selesai.

Bank Indonesia berupaya membantu pengembangan program UMKM dari sisi digitalisasi promosi maupun digitalisasi sistem pembayaran. Salah satunya adalah dengan menggunakan standarisasi QR Code atau QRIS yang saat ini telah banyak digunakan. Ini dilakukan untuk mempermudah dalam transaksi pembayaran secara digital. Sehingga, walaupun UMKM tetap harus bisa go digital supaya bisa memperluas pemasaran, jadi bisa siap ekspor.

Nah dengan penjualan secara online ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan para UMKM di NTT. Karena NTT memiliki kain khas tenun yang sangat bagus. Sayang kalau sampai tidak di pasarkan secara meluas di dalam maupun luar negeri.

Semoga dengan BumdesMart ini UMKM bangkit kembali dan ekonomi Indonesia kembali membaik...Amin

Komentar