Intervensi Adalah Pengobatan Tanpa Operasi

 Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Apa khabar kalian semua, semoga kalian selalu sehat jasmani maupun rohani. Kali ini saya akan cerita sedikit pengalaman pribadi keluarga saya. Tiga tahun yang lalu bapak saya di deteksi menderita penyakit jantung koroner. Alhasil bapak harus rutin melakukan pemeriksaan jantungnya kedokter. Biasanya sayalah yang selalu mengantar bapak untuk memeriksakan penyakit jantungnya ke Rumah Sakit. Jantung bapak memang sudah sangat lemah. Sebelum penyakit jantung ini terdeteksi bapak sering mengalami nyeri dada, sulit bernapas, cepat merasa kelelahan, dan alami gangguan irama jantung. Beliau selalu cerita pada saya tentang apa yang dia rasakan. Sebagai seorang anak saya merasa khawatir akan kesehatan bapak. Karena seringnya bapak mengeluh gejalanya pada saya, akhirnya saya mengantarkan bapak untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut di Rumah Sakit. 

Pemeriksaan ini agar saya dan bapak menjadi tahu penyakit apa yang sebenarnya di derita bapak selama ini. Dengan berbekal gejala yang dialami oleh bapak,  agar saya dan keluarga terutama bapak menjadi tenang dan tidak penasaran lagi. Dengan melakukan rangkaian pemeriksaan akhirnya hasil akhir ditemukan bahwa bapak mengalami sakit jantung koroner. Bapak sangat shock pada saat itu, tetapi saya dan kakak-kakak saya memberikan semangat dan dukungan penuh agar bapak mendapatkan kekuatan untuk menjalani apa yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Kami anak-anaknya selalu memberikan semangat bahwa jika kita menerima takdir Allah dengan ikhlas, Insyaallah penyakit bapak akan hilang. Memang saat kita diberi ujian sakit, maka obat ampuhnya hanya berdo'a, ikhlas dan ikhtiar berobat secara rutin supaya penyakit hilang dari tubuh.

Bukan tanpa sebab penyakit jantung koroner ada di tubuh bapak. Penyakit jantung koroner ini terjadi karena pasokan aliran darah ke jantung terganggu akibat penyempitan pembuluh darah. Penyempitan itu disebabkan, antara lain, kerak di pembuluh darah, penimbunan lemak, atau kelainan pembuluh sempit. Semua itu dipicu rokok, pola makan tak sehat, kurang berolahraga, dan bawaan. Ya...semenjak di tinggal mama untuk selamanya kebiasaan bapak merokok memang timbul lagi. Entah apa alasannya, yang pasti sudah tidak ada lagi yang selalu memarahi bapak kalau selalu merokok. Karena almarhum mama lah yang selalu melarang bapak merokok. 

Memang menerima kenyataan menderita sakit Jantung koroner sangat berat sekali. Karena penyakit jantung ini masih menduduki posisi pertama sebagai pembunuh manusia di Indonesia bahkan di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat 60 persen dari seluruh kematian diakibatkan jantung koroner. Separuh di antaranya adalah serangan jantung mendadak.

Tetapi dokter selalu memberikan semangat kalau dunia kedokteran saat ini sudah sangat canggih. Ilmu kedokteran selalu mendapatkan temuan-temuan baru untuk pengobatan penyakit apapun. Bersyukur bapak sudah bisa menerima dengan ikhlas. Beliau ikhlas apapun yang sudah digariskan oleh Allah Sang Maha Segalanya. Tanpa lelah dan bosan bapak selalu rutin ke dokter untuk memeriksakan kondisi jantungnya. 

Hampir dua tahun bolak balik rumah sakit dengan rutin. Dan pada akhirnya saat saya kembali mengantar bapak enam bulan yang lalu untuk kontrol ke dokter, dokter mengatakan kalau ada pengobatan penyakit jantung ini dengan tanpa operasi. Salah satunya adalah teknik kardiologi intervensi yang memungkinkan pasien ditangani tanpa melalui operasi. Teknik ini sebenarnya telah dikenal di Indonesia dan saat ini telah berkembang pesat.

Bapak sedikit bahagia, Karena dokterpun memberikan angin segar kalau penyakit jantung koroner bapak akan diobati dengan teknik kardiologi intervensi. 

TEKNIK KARDIOLOGI INTERVENSI

Saat mendengar pengobatan kardiologi intervensi saya sangat penasaran sekali, pengobatan apa yang akan dilakukan dokter pada bapak. Lantas apa itu intervensi, maklumlah saya awam sekali dengan dunia kedokteran. Dan akhirnya saya pun mendapatkan ilmu kesehatan baru tentang intervensi ini, iya Intervensi adalah suatu tindakan logis yang dilakukan untuk kepentingan pasien. Misalnya kolaborasi dokter dan perawat guna memmberikan perawatan terbaik bagi pasien.

Akhirnya rasa penasaran terjawab tentang pengobatan Intervensi ini. Teknik kardiologi intervensi di Indonesia terbilang cukup maju. Bahkan, mampu bersaing dengan Cina, Korea Selatan, dan Jepang. Teknik kardiologi intervensi secara sederhana adalah teknik pengobatan penyakit jantung koroner melalui kateterisasi. Kateter dimasukkan ke tubuh pasien melalui pembuluh nadi di tangan atau paha. Melalui bantuan kamera mini, dokter membuka penyempitan pembuluh darah dengan balon. Termasuk memasang alat anti penyumbatan pembuluh darah. Kardiologi intervensi ini tanpa operasi dan waktu pengobatannya pun terbilang sangat cepat yaitu sekitar 45 menit hingga dua jam.

Kardiologi intervensi kini menjadi salah satu teknik yang sangat diminati oleh pasien penderita jantung koroner. Karena metode ini mempunyai tingkat keberhasilan tinggi yakni mencapai 95 persen. Lantas apakah hanya penyakit jantung koroner saja yang bisa disembuhkan dengan kardiologi intervensi? Tentu tidak, karena selain jantung koroner, teknik dengan pengobatan kardiologi intervensi juga bisa mengobati berbagai penyakit jantung lainnya seperti penyakit jantung bawaan, penyakit otot jantung, dan kebocoran katup jantung.

Sebagai anak saya selalu menuruti apa kata dokter demi kesembuhan bapak saya. Memang saat ini bapak belum mau mengikuti saran dokter untuk melakukan pengobatan kardiologi intervensi. Saya tidak akan memaksa karena pengobatan yang dilakukan dengan paksaan tidak akan mendapatkan hasil terbaik. Selalu berdo'a suatu saat nanti bapak mau dengan sendirinya melakukan pengobatan kardiologi intervensi  dengan ikhlas. 

Saat ini bapak sudah rutin menjalani gaya hidup sehat setiap hari lho. Saya selalu memperhatikan asupan gizi yang baik untuk bapak. Mengonsumsi 5 porsi buah dan sayur setiap hari, memakan ikan atau daging unggas minimal 2 kali seminggu, membatasi konsumsi daging merah, perbanyak bumbu masakan daripada menambahkan garam dan gula. Karena selain jenis makanan yang baik dikonsumsi, bapak juga perlu membatasi konsumsi garam sebanyak 1 sendok teh per hari, gula sebanyak 4 sendok makan per hari, dan minyak sebanyak 5 sendok makan setiap harinya.

Bapak juga sudah tidak merokok, memang secara tidak langsung menghilangkan kebiasaan merokoknya, tapi sedikit demi sedikit kebiasaan merokok nya hilang. Dan selalu teratur berolahraga. Karena dengan olahraga teratur dapat meningkatkan kesehatan jantungnya. Olahraga dilakukan secara rutin setiap hari. Aktivitas fisik terstruktur ini dapat membantu mengendalikan berat badan dan mengurangi kesempatan untuk mengembangkan kondisi lain yang dapat membuat tekanan pada jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Intinya memderita sakit ataupun tidak harus selalu menjaga kesehatan tubuh kita, terapkan pola hidup sehat, hindari stress, enyahkan asap rokok, dan selalu rutin cekup ke dokter agar kita tahu lebih cepat penyakit yang kita derita. Dan pastinya akan mendapatkan pengobatan lebih cepat. 

HALODOC

Nah untuk kalian yang ingin mendapatkan Solusi Kesehatan Terlengkap di Indonesia kalian bisa langsung mendownloud aplikasi Halodoc.

Karena Halodoc merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani di bidang telekonsultasi kesehatan. Melalui Halodoc, kita dapat berbicara dengan dokter spesialis, membeli obat, serta melakukan pemeriksaan laboratorium. Semua dilakukan melalui smartphone kapan saja, dimana saja selama 24 jam. Melalui aplikasi Halodoc kalian juga bisa menemukan artikel berbagai informasi kesehatan terkini dari sumber terpercaya.


Komentar

Postingan Populer