RCEP Menjadi Blok Perdagangan Besar Yang Menguasai Sepertiga Dunia.


Acara Forum Merdeka 9 selalu menarik untuk diikuti. Acara yang biasa disebut FMB 9 ini selalu membahas topik-topik seru, Informasi akurat, data valid dan narasumber terpercaya.
Nah...oleh sebab itulah Rabu 20 November 2019 saya kembali menghadiri acara FMB 9 dengan tema "RCEP: Berharap Investasi". Bertempat di Kementerian Kominfo Jakarta.

RCEP adalah Regional Comprehensive Economic Partnership, dibentuk sebagai wujud dari respon ASEAN terhadap dinamika ekonomi di kawasan dan global berupa integrasi negara-negara ASEAN dengan perekonomian global.

RCEP memiliki tujuan progresif menghapuskan tarif dan hambatan non-tarif serta memfasilitasi dan meningkatkan transparansi antar negara anggota. Penyatuan 16 negara dalam satu skema perjanjian perdagangan bebas akan menjadikan RCEP menjadi blok perdagangan besar yang menguasai sepertiga dunia.
Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi perdagangan barang dengan diberlakukannya RCEP dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat atas perdagangan barang bagi Indonesia.

Dalam penelitian ini digunakan pendekatan-pendekatan ekonomi yang lebih menekankan pada dampak pembentukan RCEP terhadap perdagangan barang bagi Indonesia melalui pendekatan deskriptif.
Sebagai hasilnya adalah bahwa optimalisasi peningkatan ekspor Indonesia jangka menengah dan jangka panjang akan dapat dicapai, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui percepatan penyelesaian perundingan RCEP.

khususnya terkait tiga isu penting yaitu :
  1. Isu perdagangan barang (trade in goods)
  2. Perdagangan jasa (trade in services)
  3. Investasi.
Upaya-upaya lainnya adalah mendorong transformasi struktur ekspor dari berbasis komoditi menjadi produk dan jasa yang bernilai tambah, memanfaatkan seluruh skema preferensi yang ada selama ini dan permintaan delegasi Indonesia terkait pembukaan akses pasar dengan menargetkan pasar secara spesifik.

Demikian juga senantiasa fokus pada skala untuk membantu perbaikan neraca perdagangan serta menyusun “negative list” beberapa negara tujuan ekspor yang selama ini perlu dioptimalkan seperti Cina, Jepang dan Korea Selatan.

Manfaat RCEP ini harus diketahui public dan dapat menjelaskan beberapa pertanyaan tentangnya, seperti; potret dari tren perdagangan Indonesia ditengah ketidakpastian global, peran besar Indonesia dalam RCEP, peluang RCEP bagi ekspor komoditas Indonesia.
Sejauh mana ekspor komoditas sawit bisa didorong dalam RCEP?
Sektor-sektor perdagangan apa saja yang akan dibuka?


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan kerja sama 'Regional Comprehensive Economic Partnership' (RCEP) memiliki kekuatan besar integrasi ekonomi. Kekuatan RCEP tercermin dari jumlah penduduk di masing-masing negara.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang apa itu RCEP ?
simak infografis di bawah ini.

Merampungkan perjanjian perdagangan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) menjadi salah satu fokus yang dikejar oleh Menteri Perdagangan.

Rizal Affandi Lukman selaku Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Perekonomian RI menjelaskan dengan adanya RCEP perekenomian ASEAN jadi terintegrasi.
Indonesia menjadi salah satu penggagas utama dari lahirnya RCEP. Karena kita sudah punya yang disebut dengan kerjasama ASEAN plus uang ASEAN plus warnanya itu ASEAN plus ASEAN Korea, ASEAN Jepang, ASEAN China, Asian India, New Zealand dan Australia.
Setiap negara menjadi penting untuk menciptakan iklim investasi yang menarik, agar negara-negara di Asean ini saling berebut untuk menjadi tempat industrinya termasuk Indonesia.

Kalau banyak industri tumbuh di Indonesia, tentu ini akan berdampak bukan hanya pasar tetapi juga penciptaan tenaga kerja.
Dampak besar dengan Indonesia ikut di dalam integrasi yang besar ke-16 negara secara terintegrasi itu, menjadi benefit bagi Indonesia.
Manfaatnya adalah persoalan-persoalan dalam negeri seperti ekspor atau perdagangan ini menjadi sumber untuk pertumbuhan di dalam negeri.
Indonesia diharapkan lebih dari 5% supaya cita-cita untuk menjadi negara maju di tahun 2045 itu bisa tercapai dengan GDP misalkan 7 triliun.
Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional RCEP, adalah sebuah perjanjian perdagangan bebas yang diusulkan untuk menghubungkan dua ekonomi terbesar di kawasan itu, China dan Jepang, dengan India dan Vietnam yang bertumbuh cepat.

Perjanjian perdagangan bebas, RCEP ataupun yang lain, diliat jangan hanya dari aspek ancamannya. Tapi kita juga arus liat itu sebagai kesempatan. Di antaranya berupa koneksi akses yang diperoleh dengan perjanjian dengan negara lain
Jadi pelaku usaha jangan hanya menganggap indonesia sebagai comfort zone. Jangan hanya defensif, tapi ofensif.

Selanjutnya Donna Goltom selaku Direktur Perundingan ASEAN Kemendag menjelaskan perundingan RCEP ini secara tidak langsung sangat dipengarui oleh Indonesia. Dari awal sampai akhir konsep perundingan ini ketuanya hanya satu, yakni Indonesia -
Pemerintah akan terus mendorong sektor industri, khususnya industri dengan teknologi tinggi, tumbuh kembang sehingga memiliki nilai tambah yang lebih baik lagi.

RCEP akan menjadi salah satu peluang bagi Indonesia untuk menumbuhkan kondisi perekonomiannya dan menjadi negara maju.
Peluang tsb besar karena Indonesia dilihat oleh negara lain, khususnya kawasan ASEAN, sebagai negara yang memiliki karakter good faith, yakni dapat dipercaya dalam perundingan-perundingan.

Kerja sama di kawasan ASEAN dalam kerangka RCEP akan berpotensi besar memajukan industri dalam negeri, khususnya otomotif dan kimia yang didorong untuk paling depan memanfaatkan kerja sama tersebut.
Namun peluang-peluang tersebut tidak akan membuahkan hasil jika Indonesia tidak mempersiapkan infrastruktur-infrastruktur pendukung. Salah satunya seperti pelabuhan untuk ekspor.

Perjanjian RCEP ini awalnya dibentuk pada tahun 2011 dengan inisiatif dari Indonesia. Selama ini negara-negara ASEAN memiliki perjanjian perdagangan bilateral sendiri-sendiri dengan Tiongkok, Jepang, India, Korea Selatan maupun Australia.
Indonesia menawarkan agar blok perdagangan kawasan ini semakin diperluas dengan negara-negara ekonomi besar seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru sehingga seluruh negara kawasan merasakan manfaatnya.

Ina Hagniningtyas Krisnamurthi selaku Staff Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Kemlu RI menjelaskan RCEP diharapkan menjadi pilar ekonomi di Indo-Pasific. Dalam polugri RCEP menjadi pemain sebagai peran penguat untuk Indonesia -
Ini momentum, oportunity kita untuk bermain di luar. Saatnya kita jadi pemain ekonomi global, seperti halnya kita bangga dalam diplomasi global saat kita terpilih menjadi anggota Dewan Keamanan PBB Juni 2018.


Perjanjian perdagangan bebas, RCEP ataupun yang lain, diliat jangan hanya dari aspek ancamannya. Tapi kita juga arus liat itu sebagai kesempatan. Di antaranya berupa koneksi akses yang diperoleh dengan perjanjian dengan negara lain
Jadi pelaku usaha jangan hanya menganggap indonesia sebagai comfort zone. Jangan hanya defensif, tapi ofensif.









Komentar

Postingan Populer