Kamis, 13 Juli 2017

Lebaran Pertama Tanpa Kehadiran Mama

Posted by tina sindi on 09.11 with 9 comments


Lebaran adalah hari yang di nanti oleh semua umat muslim di dunia. Karena lebaran adalah hari kemenangan, dimana kita telah menjalankan kewajiban kita berpuasa selama bulan Ramadhan.
Lebaran kali ini sangat berbeda buat saya. Lebaran pertama tanpa kehadiran mama, yang membuat air mata saya mengalir deras saat takbir berkumandang dimana - mana. Mama yang selalu menunggu kehadiran anak - anak nya dirumah saat lebaran. Mama yang selalu menyiapkan hidangan istimewa untuk anak - anaknya. Mama yang selalu membuat anak - anaknya ceria dan tertawa. Mama yang tak pernah lelah memberikan kasih sayangnya kepada anak - anaknya sampai akhir hayatnya.

Tapi lebaran tahun ini, rumah Mama menjadi sepi dan senyap. Tidak ada makanan yang terhidang di meja makan. Tidak ada lagi kacang goreng yang renyah buatan Mama. Tidak ada lagi tape uli yang bisa kami nikmati bersama. Sunyi dan sepi kami rasakan dirumah ini. Sungguh berat kami, anak - anaknya menghadapi lebaran tahun ini.

Sekarang tinggal bapak yang menunggu kedatangan anak - anaknya di ruang tamu. Wajah sendu bapak pun terlihat jelas, menandakan begitu sedihnya kehilangan pendamping hidupnya. Tapi...kami semua harus ikhlas menerima semua ini. Mama sudah tenang disana. Ini jalan yang terbaik untuk mama. I love you Mama....

Mama akan hidup selamanya didalam sanubari kami semua. Lebaran ini membuat kami semua kangen mama. Akhirnya setelah semua anak - anak mama kumpul, kami bergegas berziarah ke makam mama. Kami semua ingin mama melihat kehadiran anak - anaknya. Bapak, anak, mantu dan cucu mendo'akan mama ditempat peristirahatan terakhir nya. Lantunan do'a - do'a kami panjatkan, agar mama tenang dan ditempatkan di sisi Allah SWT. Air mata kami seketika tumpah saat kami menaburkan bunga dimakam mama tercinta. Kangen sekali rasanya, ingin memeluk erat mama dan mencium penuh kehangatan. Mama...kapan kita bisa bersama lagi, kapan kita bisa bertemu lagi, kapan kita bisa berbagi suka dan dukanya lagi.

Bergetar bibir ini sangat ingin meninggalkan makam mama. Ingin rasanya menumpahkan rasa kangen yang teramat sangat ini.
Kini saya harus menerima kenyataan hidup yang sudah di takdir kan oleh Allah SWT. Semua manusia pasti akan kembali ke pangkuannya. Hanya waktunya saja yang berbeda - beda.

Selamat tinggal Mama....semoga kita dipertemukan di surga nya Allah...Amin Ya Robbal'alamin. Semoga Allah mengabulkan do'a - do'a anak - anak mama.

Hidup harus tetap berjalan. Kami semua ikhlas, mama sudah ditempat yang tenang. Tidak ada lagi kesakitan mama. Ini jalan yang terbaik untuk mama.

Setelah pulang dari makam mama, kita semua menikmati hidangan yang kita bawa dari rumah masing-masing, dan kita nikmati bersama bapak. Saling bercengkrama dan sesekali diselingi dengan canda dan tawa. Semoga rutinitas lebaran ini tetap ada sampai kapanpun juga. Membahagiakan orang tua yang tinggal satu. Membahagiakan bapak supaya selalu semangat menjalani hari-hari nya. Supaya tidak merasakan kesepian kehilangan pendamping hidupnya.

Lebaran yang terberat buat saya. Lebaran yang penuh dengan cucuran air mata. Dan merasa beruntung masih diberi kesempatan membahagiakan bapak. Semoga Allah SWT selalu memberikan limpahan Rahmat buat bapak dan kami sekeluarga.

Lebaran ke dua, kami pun anak-anaknya pamit, untuk menuju kampung halaman suami kami. Rutinitas yang biasa kami lakukan setiap tahunnya. Bapak pun mengijinkan kami anak - anaknya untuk pergi berlebaran kekampung suami kita masing-masing.

Terima kasih bapak yang selalu memberikan perlindungan untuk kami. Terimakasih bapak yang selalu mengedepankan kepentingan anak - anaknya selama ini.

Bapak dan Mama selalu menjadi panutan saya, selalu menjadi contoh buat saya mendidik dan membimbing anak-anak kami.
Kalian orang tua yang luar biasa buat kami anak - anak nya.
Bapak dan Mama selalu ada dalam sanubari ku. Selalu hidup dalam hati ku.

Semoga bapak tetap diberikan kekuatan, kesehatan, dan kebahagiaan.
Dan Tetap dilindungi Allah SWT....Amin


Kamis 13 Juli 2017
tinapurbo
Categories:

9 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Semoga ibunda tercinta tenang di alam sana ya mbak. Tetap tegar dan selalu doakan ibunda tercinta.

    Postingan mbak yang ini bikin saya kangen bunda saya.

    www.damavara.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin....semoga Mama mendapat tempat disisinya.
      Sebagai anak kita pasti kangen pada mama dan bapak ya mba....

      Hapus
    2. Iya mbak. Bener banget. Walaupun kalau ketemu kesannya enggak begitu deket, tetap aja kalo udah jauh pasti kangen. Begitu juga orang tua kepada anaknya.

      Hapus
    3. Bener mba...ikatan bathin kita yg membuat kita menjadi kangen, dan rasa sayang anak dan orang tua sudah terjalin karena ikatan bathin dan nurani.

      Hapus
  3. Halo, salam kenal Mbaa..

    Baca cerita lebarannya sedih banget, aku merasakan itu, membayangkan ga ada hidangan lebaran buatan Mama rasanya pasti kehilangan. Semoga Mamanya tenang disana ya, dan buat keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuataan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.... makasih mba...kehilangan Mama adalah ujian terberat saya,dan yg membuat sy sedih, Mama tiba2 koma padahal sebelumnya msh beraktifitas layaknya seorang ibu dan seorang istri. Tiba2 koma selama 1 bulan setelah itu dipanggil sang Maha Kuasa. Sedih masih menyelimuti kami semua, karena tdk ada pesan yg ditinggal kan Mama.

      Hapus
  4. pasti berasa banget bedanya ya mbak.lebaran tanpa ibunda... semoga bapak sehat dan panjang umur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin...Amin...dan semoga saya tetap diberikan limpahan Rahmat dan rejeki biar bs tetap membahagiakan bapak

      Hapus