Kamis, 22 Juni 2017

CropLife Indonesia Memberikan Edukasi Teknologi Perlindungan Tanaman Dan Bioteknologi Kepada Para Petani

Posted by tina sindi on 12.22 with No comments

Jum'at 16 Juni 2017 bertempat di Hotel Aston Simatupang saya menghadiri undangan Silaturahmi dan Buka puasa bersama CropLife Indonesia. Acara yang di hadiri oleh Media dan juga Blogger ini sangat hangat dan penuh kekeluargaan. Acara ini di mulai Dengan pembukaan dan Overview CropLife.

CropLife Indonesia adalah sebuah asosiasi pertanian yang bersifat nirlaba ( non/profit) yang mewakili kepentingan petani dan industri benih dan pestisida. Bertujuan untuk mempromosikan pendekatan yang memperkuat agrikultur berkelanjutan dalam kepentingan petani, pelanggan dan lingkungan. CropLife sendiri mempunyai misi membantu petani memproduksi cukup pangan bagi penduduk melalui inovasi teknologi.

Anggota CropLife Indonesia ini terdiri dari 8 ( delapan ) perusahaan multinasional terkemuka yang menginvestasikan modalnya di Indonesia.

Ke 8 ( delapan ) perusahaan itu Antara lain :

  1. PT. BASF Indonesia.
  2. PT. Bayer Indonesia.
  3. PT. Dow Agrosciences Indonesia.
  4. PT. Dupont Indonesia.
  5. FMC Indonesia ( PT. Bina Guna Kimia ).
  6. Monsanto Indonesia.
  7. PT. Nufarm Indonesia.
  8. PT. Syngenta Indonesia.

CropLife Indonesia bertujuan untuk memberikan perlindungan diri pada petani. Karena minimnya petani yang melakukan perlindungan diri ini, hanya 5% petani yang melakukan perlindungan diri saat aplikasi pestisida atau tindakan perlindungan setelah aplikasi pestisida.

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh CropLife Indonesia di beberapa daerah kabupaten Bandung didapatkan data bahwa lebih dari 90% petani menggunakan pestisida. Untuk memahami fungsi pestisida dan mengerti akan bahaya pestisida maka dari itu diperlukan pemahaman yang benar, dan penggunaan yang tepat agar pestisida menjadi efektif. Survey ini melibatkan Universitas Padjadjaran terhadap 132 petani secara kuantitatif.

Oleh karena itu CropLife Indonesia membuat sebuah program edukasi kepada petani untuk meminimalkan resiko penggunaan pestisida yang disebut Stewardship Program, yang mempunyai lima aturan utama, yaitu :

  1. Memahami Label.
  2. Mengerjakan dengan hati - hati.
  3. Merawat sprayer dengan baik.
  4. Menjaga kebersihan diri.
  5. Kenakan Alat Perlindungan Diri.

CropLife Indonesia melihat perlunya pemahaman terhadap perlindungan diri, sebagai bentuk kepedulian dan rasa tanggung jawab untuk memberikan bimbingan dan edukasi kepada petani. CropLife juga berupaya menghindari dan meminimalisir tingkat resiko atas bahaya penggunaan pestisida. Hal ini juga merupakan bentuk tanggung jawab dalam rangkaian proses pengelolaan produk perlindungan tanaman dari mulai saat riset, aplikasi dan pemusnahan atau yang lebih dikenal dengan "Stewardship".

Selesai kata sambutan dan Overview CropLife acara dilanjutkan dengan Talkshow dengan tema "Stabilisasi Keamanan dan Ketahanan Pangan Melalui Inovasi, Teknologi Perlindungan Tanaman dan Bioteknologi".

Hadir sebagai pembicara dalam talkshow tersebut adalah Midzon Li Johannis (Chairman CropLife Indonesia), Prof. Dr. M. Herman, M.Sc. (peneliti purna bakti di Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian), dan Dr. Ir. Muhrizal Sarwani, M.Sc. (Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian).

Penjelasan dari Bp. Midjon Li Johannis - Chairman selaku CropLife Indonesia. Dalam penjelasannya Bp. Midjon Li Johannis mengatakan CropLife Indonesia telah menjalankan beberapa inisiatif dibawah program pengawasan - pelayanan sebagai salah satu bentuk pendekatan kepada petani. Pendekatan ini bertujuan untuk mendidik petani - petani lokal untuk mengoptimisasi produksi dan memperbaiki pemahaman mereka dalam penggunaan efek kimia perlindungan tanaman, termasuk pestisida. CropLife Indonesia dan semua anggotanya berkomitmen untuk tunduk dan taat kepada kode etik Internasional ( FAO dan WHO ) tentang pengelolaan pestisida, dan dirancang untuk meningkatkan kesadaran diperusahaan - perusahaan anggota CropLife Internasional, asosiasi dan para pemangku kepentingan.

Adapun upaya CropLife Indonesia lainnya adalah memberikan edukasi tentang Anti-Pemalsuan yang bersinergi dengan pemerintah untuk menanggulangi dan memberantas produk palsu.
Selain itu CropLife Indonesia mengadakan kampanye untuk PPE ( Protective Pesticide Equipment/APD ) yaitu upaya perlindungan diri dengan standar peralatan atau dengan menggunakan bahan yang paling sederhana yang dapat ditemukan dirumah.
CropLife Indonesia juga memberikan pengetahuan dan pemahaman petani dalam pengelolaan resistensi pestisida dengan mengetahui cara kerja dan penggunaan secara efektif sehingga mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengendalian resistensi.

Hal penting yang dilakukan oleh CropLife Indonesia adalah kampanye pemanfaatan bioteknologi untuk meningkatkan hasil pertanian yang dilakukan secara modern. Pemuliaan tanaman dengan cara menciptakan tanaman transgenik ( tanaman yang gennya telah dimodifikasi ). Kultur jaringan, biopestisida dan lainnya.
Modifikasi genetik ( MG ), rekayasa genetik ( RG ) dan modifikasi organisme secara genetik ( MOG ) adalah istilah yang juga sering digunakan untuk mengacu ke bioteknologi tanaman. Selama ribuan tahun para petani dan peneliti menggunakan metode perkembangbiakan tradisional untuk mengembangkan hasil pertanian. Populasi global yang telah berkembang melebihi tiga kali lipat dari jumlah penduduk 100 tahun yang lalu dan perkembangan tanaman memerlukan metode yang lebih cepat dan efektif dalam menjawab kebutuhan pangan dunia.

Bioteknologi menyediakan perangkat pasti yang memungkinkan para peneliti dapat menambahkan sifat atau karakter pada tanaman, misalnya daya tahan lebih lama, tingkat vitamin lebih tinggi dan beberapa sifat pada benih untuk mampu tumbuh lebih sehat dan membuat tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Perubahan iklim juga mempengaruhi kesuburan tanah sebagai lahan produktif, dimana selama 100 tahun terakhir jumlah lahan produktif semakin berkurang namun kebutuhan pangan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dunia.

Untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan harus tercermin dari tersedia nya pangan yang cukup baik dari jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat.

Fakta membuktikan bahwa dalam 20 tahun terakhir banyak lahan produktif pertanian yang hilang. Lahan - lahan ini beralih fungsi baik yang disebabkan oleh alam seperti, polusi, pemanasan global, erosi, kebakaran hutan dan lain-lain.
Pembukaan lahan untuk pemukiman, pembangunan infrastruktur, industri dan lain sebagainya semakin menegaskan bahwa saat ini kita sedang krisis lahan subur.

Disinilah CropLife Indonesia ingin memberikan teknologi dan inovasi sebagai bagian penting dari sektor pertanian untuk memaksimalkan lahan yang ada, misalnya dengan pemakaian varietas unggul dan efisiensi pupuk untuk meningkatkan hasil produksi. Penggunaan pestisida untuk perlindungan tanaman dan pemakaian air secara efisien.

Selesai Talkshow acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, kultum ceramah sebelum acara berbuka puasa bersama.
Dan acara kehangatan dan kekeluargaan CropLife Indonesia ini diakhiri dengan pengocokan Doorprize.

Selesai sudah acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama CropLife Indonesia hari ini. Acara yang sangat mengedukasi untuk para petani dengan pemahaman dan pemakaian pestisida yang benar dan baik.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa hubungi :

Agung Kurniawan selaku Executive Direktor CropLife Indonesia 
Email : contact.us@croplifeindonesia.org

Jum'at 23 Juni 2017
tinapurbo@gmail com
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar