Senin, 03 Oktober 2016

Philips Avent Memberikan Seminar Pembekalan Ilmu untuk Calon Ibu Baru dalam pemberian ASI

Posted by tina sindi on 10.27 with No comments

Sabtu 24 September 2016 Philip mengadakan acara di Ballroom RS. Bunda Jakarta Menteng yaitu "Philips Avent New ParentClass Program", pembekalan untuk mendukung para Orangtua baru. Acara ini dihadiri oleh para ibu muda dan ibu hamil. Acara ini merupakan program pembekalan sekaligus praktek langsung bagi para orangtua dan calon orang tua oleh para ahli mengenai laktasi, perawatan bayi dan juga ( Makanan Pendukung ASI ) MPASI.

Acara yang sangat edukasi ini sangat bermanfaat bagi para calon orangtua baru agar kita tahu pentingnya ASI dan perawatan bayi. Acara Philip Event ini dihadiri oleh para ahli dibidangnya masing - masing, diantaranya :

  • Dr. Melanie Yudiana Iskandar, SpA. Dr. Spesialis anak
  • Titin Indah Saputri , S.G2 Spesialis Gizi
  • Lisma Meliana Amkeb Konselor ASI, Sertifikasi pijat bayi.


Acara ini dimulai dengan pemaparan Dr. Melanie Yudiana Iskandar, SpA. Dr. Spesialis anak tentang pentingnya ASI pada bayi. Persiapan menjadi orang tua baru sebaiknya dimulai pada awal kehamilan. Dengan pengetahuan yang benar mengenai ASI dan pentingnya ASI pada bayi, maka tidak ada alasan bagi para orang tua baru untuk tidak memberikan ASI pada bayi nya. Setidaknya ASI diberikan 6 bulan pertama atau hingga anak usia 2 tahun.Keberhasilan seorang ibu dalam memberikan ASI dipengaruhi oleh faktor Internal dan eksternal.

Faktor internal yaitu dari diri ibu sendiri, seorang ibu harus mempunyai semangat untuk memberikan ASI pada buah hati, yakin bahwa ibu bisa memberikan ASI pada buah hati, jangan putus asa, ingat karena ASI akan mempengaruhi tumbuh kembang sang bayi hingga dia dewasa. Ibu yang mempunyai semangat pasti akan sukses memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Yakin pada dirinya bahwa ibu pasti bisa memberikan ASI pada bayinya maka semua akan lancar.

Faktor eksternal adalah dukungan dari suami dan lingkungan. Yang paling utama adalah dukungan dari suami. Ibu yang menyusui bila didukung penuh oleh suami maka akan semakin bersemangat. Dukungan yang diberikan suami untuk para ibu bisa dilakukan dengan membantu ibu menggendong bayi, menggantikan popok dan bergantian bangun malam bila sang bayi terbangun. Bayi akan selalu terbangun jika malam hari. Setiap dua jam sekali pasti bayi akan terbangun malam dan menangis. Disinilah peran suami sangat dibutuhkan demi suksesnya pemberian ASI. Berikan kenyamanan pada istri, jangan sampai kelelahan atau stres. Karena ibu yang kelelahan dan stres akan berpengaruh pada produksi ASI nya.
Sama - sama mengurus sang buah hati itu sangat nikmat ya....kita akan menjadi tambah harmonis dan menjadi tambah kompak, karena bersama - sama mengurus buah hati kita. Selain itu juga anak akan menjadi dekat dengan kedua orang tua nya.

Philips Avent memahami bahwa 1000 hari pertama kehidupan bayi merupakan periode emas atau masa yang paling sangat berpengaruh pada pertumbuhan bayi, dan pemberian ASI merupakan bagian paling penting dalam hal ini. Philips Avent telah lebih dari 30 tahun berpengalaman mengembangkan produk - produk untuk mendukung ibu dalam memberikan ASI. Dengan menyoroti sejumlah kendala yang menghambat para ibu untuk terus memberikan ASI, Philips Avent berharap dapat membantu para tenaga kesehatan dan ibu untuk menemukan solusi terwujudnya keberhasilan pemberian ASI dimasa depan.
Saat ini fakta membuktikan 60% ibu menyusui berhenti menyusui lebih awal dari yang mereka inginkan. Kebanyakan ibu menyusui menyerah memberikan ASI karena faktor rasa sakit dan nyeri pada saat menyusui, adapun faktor lainnya ibu meyakini produksi ASI nya sangat sedikit dan ada pula yang berhenti menyusui karena sang ibu memutuskan untuk kembali bekerja lebih awal dari masa cuti nya. Inilah yang menyebabkan pemberian ASI pada anaknya terhenti. Sebenarnya jika kita mau melakukan memberikan ASI dengan serius, banyak cara yang bisa dilakukan ibu. Tanamkan dulu pada diri ibu, bahwa ibu pasti bisa, maka semua masalah  menyusui akan bisa dilewati dengan baik demi suksesnya pemberian ASI.
Nah....jadi seharusnya tidak ada alasan lagi bagi ibu untuk tidak mau memberikan ASI pada anaknya ya...karena ASI ini sangat penting untuk anak dan masa depannya.

Pemaparan di lanjutkan oleh Ibu Titin Saputri, S.G2 ( Spesialis Gizi). Setelah bayi berumur 6 bulan keatas maka kebutuhan akan tubuhnya semakin meningkat. Oleh sebab itu setelah bayi berumur 6 bulan, bayi harus diberikan Makanan Pendamping ASI ( MPASI). MPASI diberikan agar bayi kecukupan akan kebutuhan badannya. MPASI sebaiknya memberikan makanan yang sehat, bergizi dan fresh. Dalam hal ini ibu diharuskan dapat memberikan makanan yang sehat, seperti sayur - sayuran dan buah - buahan. Protein dan juga karbohidrat harus seimbang. MPASI bisa dilakukan dengan membuat sendiri agar lebih sehat tanpa bahan pengawet. Kombinasikan agar anak tidak bosan. MPASI bisa ibu kerjakan sendiri agar anak menjadi sehat. Karena semua bahan - bahan yang dipakai segar dan tanpa pengawet.

Dalam acara ini juga para calon ibu baru di berikan ilmu cara menyusui yang baik dan benar. Pemaparan yang sangat edukasi dari Ibu Lisma Meliana Amkeb Konselor ASI ini memberikan contoh cara yang benar memberikan ASI saat ibu menggendong bayi. Posisi bayi harus sejajar dan di jepit oleh tangan ibu agar bayi aman dan tidak jatuh. Menyusui juga harus pas ke mulut bayi agar semua bagian puting ibu masuk kemulut bayi, agar produksi ASI yang dikeluarkan akan bertambah banyak. Tak perlu kawatir kehabisan ASI karena semakin sering kita menyusui maka akan semakin banyak ASI yang di produksi sang ibu. Karena produksi ASI akan membuat jaringan - jaringan baru, sehingga produksi ASI ibu semakin meningkat.

Nah....jadi tidak perlu kawatir ya, kalau ASI ibu akan kering karena semakin sering ibu menyusui maka akan semakin banyak ASI yang akan dihasilkan. Bagi ibu yang bekerja juga tidak perlu kawatir tidak bisa menyusui. Selagi ibu bekerja ibu bisa memompa ASI ibu dengan produk pompa ASI yang sangat berkualitas. ASI yang sudah ibu pompa bisa ibu taro dikulkas sehingga bayi ibu bisa tetap mendapatkan ASI. Jadi tidak ada lagi tuh alasan macam - macam untuk tidak memberikan ASI ya bu....memang susah dan perlu perjuangan, tapi semua itu demi anak kita terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh ketidak cukupan ASI.

Nah...sebelum acara selesai masih ada sesi terakhir yaitu pemijatan bayi. Perawatan bayi merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan bagi calon orang tua baru. Bukan semata - mata pada perawatan mandi saja tetapi juga mencakup perawatan lain seperti pemijatan tubuh. Dalam suatu study yang dilaksanakan oleh Field dan kawan - kawan bayi prematur yang diberi stimulasi pijat menunjukkan kenaikan berat badan perhari 47% lebih tinggi di bandingkan bayi yang tidak diberi stimulasi. Selain dapat membantu menaikkan berat badan, pijat bayi mempunyai manfaat antara lain : Dapat mengusir rasa tidak nyaman saat tumbuh gigi, gangguan pencernaan, stres, melatih respon saraf bayi, meningkatkan kualitas tidur, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan dari segi psikologis dapat memberikan rasa nyaman dan membuat bayi lebih tenang dan tidak mudah rewel.
Ibu Lisma Meliana Amkeb Konselor ASI, Sertifikasi  pijat bayi mengomentari pelatihan ini adalah pijatan yang dilakukan ibu ataupun Ayah pada bayi nya. Pemijatan ini dapat membawa efek mempererat ikatan batin antara orang tua dan anaknya. Orang tua dalam hal ini lebih bisa memahami bayinya sehingga mampu memberikan respon cepat terhadap apa saja yang diperlukan bayinya. Sehingga bayi akan merasakan kehangatan dan kasih sayang dari orang  tuanya.

Demi suksesnya pemberian ASI kepada buah hati, Philips Avent menyediakan beberapa produk yang berkualitas dan baik diantaranya Pompa ASI manual dan elektrik dan juga botol susu yang berkualitas baik. Sedangkan untuk membuat Makanan Pendamping ASI ( MPASI ) Philips menyediakan blender dan rice cooker untuk mengolah MPASI yang sehat dan bergizi.
Philips Avent memberikan kemudahan untuk para ibu - ibu. Philips Avent adalah sahabat para ibu.


Selasa 04 Oktober 2016
tinapurbo@gmail
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar