Kenali Bahaya Penyakit Tidak Menular Dan Visit RS Kanker Dharmais


Sebagai seorang ibu yang memiliki dua orang anak laki-laki yang sudah remaja, terus terang saya merasa khawatir sekali dengan masalah rokok ini. Pergaulan remaja saat ini susah sekali untuk diawasi dan dibatasi. Karena mereka tidak seharian full dirumah. Ada saatnya berkegiatan diluar dan ada saatnya didalam rumah. Kalau dirumah masih bisa kita awasi, tetapi kalau sudah diluar rumah itu yang sulit. Pergaulan saat ini pun membuat anak cepat terpengaruh. Oleh sebab itulah saya sebagai orang tua tidak boleh lengah. Harus selalu memantau perkembangan anak setiap hari.

Dan beruntungnya saya bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara Workshop Blogger Kesehatan dengan tema "Cegah dan Kendalikan PTM", dalam rangka memperingati "Hari Tanpa Tembakau Sedunia". Acara ini diadakan di Hotel Royal Kuningan Jakarta. Karena tema workshop ini sangat bagus sekali. Saya berharap dengan mengikuti workshop ini maka akan bisa meneruskan informasi kepada anak saya, tentang bahaya rokok. Harapannya agar anak saya tidak mau coba-coba dengan rokok karena bahayanya bukan hanya pada dirinya sendiri, tetapi orang disekitar pun ikut terkena bahayanya.

Dr. Theresia Sandra Diah Ratih, MHA selaku Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular memberikan penjelasan bahwa tantangan pembangunan kesehatan saat ini masalah utamanya adalah Penyakit Tidak Menular (PTM). Penyakit Tidak Menular bukan saja penyakit degeneratif, karena banyak penderita usia muda akibat gaya hidup. Saat ini data menunjukkan hanya 30% penderita PTM yang terdeteksi dan hanya 30% berobat, sisanya terdiagnosa setelah terjadi serangan penyakit.

Penyakit Tidak Menular (PTM)

Menurut data Riskesdas 2007 dan  Riskesdas 2013, 80% Penyakit Tidak Menular disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat, yaitu :

  • 26,1% penduduk kurang aktivitas fisik
  • 93,5% penduduk usia diatas 10 tahun kurang mengonsumsi buah dan sayur
  • 36,3% penduduk usia 15 tahun ke atas merokok, perempuan usia 10 tahun keatas (1,9%)
  • 4,6% penduduk diatas usia 10 tahun mengkonsumsi alkohol.

Kecanggihan teknologi saat ini memang sebagian besar penduduk Indonesia mengalami kurang gerak. Gimana tidak semua bisa kita dapatkan dengan mudah. Dari mulai makanan, alat transportasi dan masih banyak lagi lainnya. Sehingga kita lupa bahwa tubuh kita harus rutin bergerak setiap hari, agar tetap sehat dan terjaga. Jangan lupa juga harus rutin mengecek kesehatan kita. Penting banget nih rutin mengecek kesehatan, sehingga jika ada penyakit ditubuh kita langsung bisa diatasi dan diberikan pengobatan yang tepat.

Jika ada anggota keluarga terserang PTM, perlu pengobatan dan perawatan jangka panjang. Hal ini menyebabkan beban pembiayaan kesehatan pemerintah meningkat, produktivitas keluarga menurun yang akan berakibat beban ekonomi keluarga bertambah berat bahkan dapat jatuh miskin karena merawat anggota keluarga yang sakit.

Risiko terjadinya PTM dapat dicegah, oleh sebab itu perlu dilakukan suatu kegiatan pencegahan oleh seluruh masyarakat Indonesia dari semua kalangan yaitu dari umur muda hingga tua, jenis pekerjaan, status sosial, status ekonomi didesa maupun kota melalui gerakan masyarakat hidup sehat.

Tujuan GERMAS adalah agar masyarakat berperilaku sehat sehingga diharapkan berdampak pada : Kesehatan terjaga, jika sehat produktivitas masyarakat meningkat dan terciptanya lingkungan yang bersih dan berdampak biaya yang dikeluarkan masyarakat untuk berobat berkurang.

Strategi Pengendalian Konsumsi Tembakau
Menurut data Riskesdas dari tahun 2013 sampai 2018 Prevalensi merokok pada anak umur 10 - 18 tahun terus meningkat. Ini menjadi PR sendiri buat kita para orang tua agar tetap memperhatikan anak-anak. Oleh sebab itulah merokok dan PTM harus dicegah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Strategi Pengendalian Konsumsi Tembakau adalah dengan MPOWER, apa itu MPOWER?

MPOWER meliputi :

  • Monitor konsumsi produk tembakau dan pencegahannya
  • Perlindungan dari paparan asap orang lain
  • Optimalkan dukungan layanan berhenti merokok
  • Waspadakan masyarakat akan bahaya konsumsi tembakau
  • Liminasi iklan, promosi dan sponsor produk tembakau
  • Raih kenaikan harga rokok melalui peningkatan cukai dan pajak rokok.

Perlindungan terhadap asap rokok melalui penerapan kawasan tanpa rokok.
100% bebas asap rokok yang di tandai dengan :

  1. Tidak ditemukan orang merokok didalam gedung
  2. Tidak ditemukan ruang merokok didalam gedung
  3. Tidak tercium bau rokok
  4. Tidak ditemukan puntung rokok
  5. Tidak ditemukan penjualan rokok
  6. Tidak ditemukan asbak atau korek api
  7. Tidak ditemukan iklan atau promosi rokok
  8. Ada tanda dilarang merokok

Optimalkan layanan berhenti merokok dengan cara :

  • Konseling pribadi
  • Konseling kelompok
  • fasilitas kesehatan.
Oleh sebab itulah masyarakat dan anak-anak usia sekolah harus diberikan sosialiasi dan edukasi tentang bahaya rokok. Memberikan pencantuman peringatan kesehatan dan informasi kesehatan. Ini bertujuan untuk memberikan peringatan kepada masyarakat. Penguatan kepribadian anak-anak untuk mampu menolak untuk dijadikan target marketing industri rokok melalui kegiatan olahraga dan lain-lain.
Nah...rokok menjadi PR buat kita semua. Bukan saja pemerintah dan juga lembaga kesehatan saja, tetapi masyarakat ikut peduli dengan bahaya rokok ini. Terapkan larangan merokok dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar. Sebelum rokok menyerang tubuh kita dan keluarga.

Dalam merancang, mengembangkan dan mengimplementasikan aksi disektor Kesehatan, kita memerlukan sinergi dan harmonisasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta dan masyarakat madani, termasuk organisasi profesi, yang ditopang oleh nilai-nilai bersama yang ada dalam masyarakat.

Pemaparan selanjutnya oleh Dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes. 
Dr. Rita Ramayulis memberikan penjelasan bahwa berbagai penyakit bersumber dari gaya hidup kita sehari-hari dan makanan yang dikonsumsi tubuh. Yang menjadi faktor risiko PTM adalah :

  • Berat badan berlebih (11,5% ----> 13,6%)
  • Obesitas (14,8% ---> 21,8%)
  • Obesitas Sentral (26,6% ---> 31%)
  • Aktivitas fisik kurang (26,1% ---> 33,5%)
  • Konsumsi buah dan sayur kurang (93,5% ---> 95,5%)
  • Konsumsi tinggi gula, garam dan lemak (GGL)

Obesitas adalah kelebihan berat badan berlebih dan juga lingkar perut akibat penimbunan lemak. Akibat obesitas adalah sel lemak yang membesar menghasilkan mediator inflamasi (Sitokin), resistensi insulin.
Oleh sebab itulah dalam mengkonsumsi makanan dalam tubuh kita harus mempersiapkan asupan zat gizi makro dan zat gizi mikro. Karena masing-masing zat gizi mempunyai asupan yang berbeda.

Penyakit PTM juga bisa disebabkan oleh Aktivitas fisik rendah atau kurang gerak pada tubuh. Ini sangat berbahaya, karena kurangnya aktivitas fisik membuat energi yang diasup tidak bisa digunakan semua, akibatnya akan terjadi penumpukan energi dalam bentuk lemak. Penumpukan sel lemak juga bisa terjadi di pembuluh darah, akibatnya resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Kurangnya aktivitas fisik juga berakibat pada masa tulang berkurang karena jarang digerakkan, ini sangat berpotensi besar pada pengeroposan tulang. Detak jantung tidak efisien akibatnya jantung melemah. Kurang aktivitas fisik juga berpengaruh pada peningkatan hormon stress.

Banyak aktivitas fisik yang dapat dilakukan, salah satunya dengan olah raga dan latihan gerak. Misalnya dengan gerakan sehari-hari yang dapat mengakibatkan pengeluaran energi. Bisa juga dengan kegiatan terstruktur dan terencana untuk meningkatkan pengeluaran energi dan status kebugaran. Bisa dengan Olahraga gerakan terstruktur dan terencana untuk meningkatkan pengeluaran energi, status kebugaran, prestasi atau kompetisi.

Lantas apa latihan Fisik itu sebenarnya?
Latihan fisik adalah aktivitas fisik yang direncanakan atau terstruktur. Kegiatan ini melibatkan pengulangan gerakan tubuh yang dilakukan untuk memperbaiki atau memelihara satu atau lebih komponen kebugaran jasmani, kapasitas aerobik, atau kapasitas ketahanan jantung paru, kekuatan otot, ketahanan otot, kelenturan dan komposisi tubuh.

10 Manfaat Aktivitas Fisik adalah :

  1. Mengendalikan berat badan
  2. Mengendalikan tekanan darah
  3. Menurunkan resiko keropos tulang (osteoporosis pada wanita)
  4. Mencegah Diabetes melitus atau kencing manis
  5. Mengendalikan kadar kolesterol
  6. Meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh
  7. Memperbaiki kelenturan sendi dan kekuatan otot
  8. Memperbaiki postur tubuh
  9. Mengendalikan stress
  10. Mengurangi kecemasan

Untuk menjaga dan memenuhi kebutuhan tubuh kita harus mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. Mengkonsumsi sayur dan buah juga ada aturannya, yaitu untuk dewasa sayur 3-4 porsi perhari dan buah 2-3 porsi perhari.

Dengan rincian sebagai berikut :

  • Buah dan Sayur tidak untuk saling menggantikan
  • Kandungan serat pada sayur lebih unggul, pada umumnya serat larut air dan serat tidak larut air.
  • Kandungan vitamin pada buah lebih tinggi, namun buah mengandung glukosa yang tinggi
  • Mineral tertentu lebih tinggi dari sayur.

Oleh sebab itulah mulai dari diri kita sendiri untuk menjaga pola makan, gaya hidup lebih sehat, agar tubuh selalu sehat dan bugar. Jangan lupa terapkan masyarakat hidup sehat (GERMAS).

Hari kedua rangakaian acara Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2019 saya bersama beberapa teman blogger lainnya berkesempatan visit bersama kementerian Kesehatan RI Visit ke RS Kanker Dharmais. Sebenarnya berat kaki saya untuk melangkah kesana. Trauma pada Rumah Sakit belum hilang, semenjak kepergian Ibu untuk selamanya. Tapi demi tugas saya harus melawan rasa trauma ini.

Benar saja trauma ini belum hilang. Karena melihat beberapa orang di RS Kanker Dharmais yang sedang berobat hati saya menjerit, mata perih menahan air mata jatuh, dan badan serasa gemetar. Saya hanya bisa berucap dan bersyukur dalam hati, Ya Allah terimakasih atas karunia dan rejeki sehat untuk hamba. Tersadar bahwa sesungguhnya saya masuk dalam golongan orang beruntung karena masih diberi kesehatan lahir dan bathin.asih bisa menikmati hidup dengan canda dan tawa.

Setelah itu saya bersama teman-teman blogger lainnya memasuki ruang rapat. Disana sudah hadir  Prof. dr. H. Abdul Kadir, pH. D.Sp. THAT.KL(K)MARS selaku Presiden Direktur RS Kanker Dharmais, Dr. dr. Denni Joko. Sp.B(K)ONK. MM dan beberapa dokter lainnya.

Prof. dr. H. Abdul Kadir, pH. D.Sp. THT. KL(K)MARS selaku Presiden Direktur RS Kanker Dharmais menjelaskan rata-rata masyarakat tidak tahu kalau terdeteksi penyakit kanker dalam tubuhnya. Sehingga sebagian besar yang datang ke RS Kanker Dharmais sudah memasuki stadium akhir atau lanjut. Ini membuat pengobatan menjadi semakin susah. Oleh sebab itulah masyarakat diminta untuk selalu rutin mengecek kesehatannya. Selain mengecek kesehatan harus juga diimbangi dengan gaya hidup sehat.
Prof. dr. H. Abdul Kadir, pH. D.Sp. THT.KL(K)MARS selaku Presiden Direktur RS Kanker Dharmais juga menghimbau kepada BPJS bila pasien sudah terdeteksi penyakit kanker, sebaiknya pasien mendapatkan keringanan untuk tidak lagi meminta rujukan ke faskes puskesmas atau klinik. Hal ini akan menghambat pengobatan dan membuat kanker semakin menyebar. Karena penyakit kanker harus segera mendapatkan penanganan yang serius. Jadi sebaiknya pasien langsung bisa ke RS Besar tanpa meminta rujukan untuk pengobatan kankernya.

Selanjutnya Dr. dr. Denni Joko. Sp.B(K)ONK. MM menjelaskan bahwa Kanker Payudara di RS Kanker Dharmais sangat tinggi. Dr. dr. Denni memberikan masukan sebaiknya para perempuan bisa melakukan Deteksi Dini kanker payudara.

Payudara terdiri dari 3 unsur yaitu kelenjar pembuat air susu, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara yang mengikat kelenjar-kelenjar menjadi satu kesatuan. Keseluruhan payudara dibungkus oleh kulit payudara. Saluran kelenjar akan bermuara pada puting susu yang berada ditengah daerah kulit yang berwarna gelap (areola). Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar dan jaringan penunjang payudara tidak termasuk kulit payudara.

Gejala Kanker Payudara :

  1. Adanya benjolan di payudara
  2. Keluar cairan yang tidak normal dari puting susu, cairan dapat berupa nanah, darah, cairan encer atau keluar air susu pada ibu yang tidak hamil atau tidak sedang menyusui.
  3. Perubahan bentuk dan besarnya payudara
  4. Kulit payudara mengeras seperti kulit jeruk
  5. Puting susu tertarik kedalam
  6. Luka pada payudara yang tidak sembuh-sembuh

Faktor Risiko

Penyebab pasti dari kanker payudara belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko untuk terjadinya kanker payudara, yaitu :

  1. Mendapat haid pertama pada umur kurang dari 12 tahun
  2. Mengalami mati haid setelah umur 55 tahun
  3. Tidak menikah
  4. Tidak pernah melahirkan anak
  5. Melahirkan anak pertama sesudah 30 tahun
  6. Tidak pernah menyusui anak
  7. Pernah mengalami operasi payudara yang disebabkan oleh kelainan jinak atau tumor ganas payudara
  8. Diantara keluarga ada yang menderita kanker
  9. Penggunaan terapi hormonal (termasuk KAB pil, suntik, implan) dalam jangka waktu yang lama.


Deteksi Dini

Kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun, namun bersamaan dengan berkembangnya penyakit akan timbul gejala yang menyebabkan perubahan pada payudara. Untuk itu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini secara rutin.

Apa saja yang bisa dilakukan

  1. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap wanita dianjurkan untuk melakukan SADARI secara teratur sebulan sekali setelah selesai haid, dan bagi yang telah mati haid (menopause) hendaknya dilakukan pada tanggal tertentu yang mudah diingat dari setiap bulannya.
  2. Pemeriksaan payudara oleh Dokter atau Tenaga terlatih (bidan/perawat) jika memerlukan benjolan di payudara saat SADARI, segera periksakan diri Anda ke dokter atau tenaga kesehatan terlatih. Dokter atau tenaga medis terlatih akan memberikan saran yang tepat untuk pemeriksaan diagnostik selanjutnya.
  3. Mammografi Melakukan pemeriksaan radiologi menghunakan Sinar-X untuk pemeriksaan payudara. Gambaran diambil dari arah samping dan atas untuk masing-masing payudara. Adanya gambaran mikroklasifikasi mungkin merupakan tanda dini. Mammografi dilakukan pada wanita berusia diatas 35 tahun.


Jika hasil pemeriksaan positif menunjukkan kelainan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan dan tindakan selanjutnya.

Unit Mobil Mamografi

Setelah mendengarkan penjelasan dari Dr. dr. Denni Joko kita semua diajak visit ke unit mobil Mamografi. Mobil Mamografi adalah mobil yang disediakan Pertamina karena Pertamina peduli akan kesehatan masyarakat Indonesia.
Unit mobil Mamografi ini adalah adalah mobil keliling untuk wilayah Jabodetabek. Mobil Mamografi berfungsi untuk periksaan dini kanker payudara. Mobil Mamografi ini akan keliling ke Puskesmas di wilayah Jabodetabek.


Mamografi yaitu pemeriksaan Radiologi menggunakan sinar-X untuk pemeriksaan payudara. Mamografi dapat dilakukan pada wanita berusia diatas 35 tahun. Gunanya agar penderita bisa terdeteksi penyakit kanker payudara sejak dini. Agar mendapatkan pengobatan secepatnya. Pemeriksaan dini payudara ini tidak sakit seperti dulu. Karena saat ini menggunakan mesin digital. Jadi jangan takut ya buat melakukan pemeriksaan payudara di unit mobil Mamografi.

Radioterapi

Setelah selesai melihat mobil Mamografi yang diparkir di Rumah Sakit Kanker Dharmais selanjutnya saya teman-teman diajak berkunjung ke ruangan Radioterapi. Cukup kaget ketika memasuki ruangan ini, karena melihat alatnya saja saya sudah takut, apalagi ngebayangin diperiksa disana. Jauh-jauh deh....semoga saya selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT.

Yuk lanjut jadi ruangan Radioterapi ini adalah terapi yang menggunakan radiasi yang bersumber dari energi radioaktif nih...
Tujuan Radioterapi antara lain :

  1. Mematikan sel kanker
  2. Mengurangi ukuran masa kanker
  3. Menghilangkan nyeri, pendarahan akibat kanker.

Jenis Terapi Radiasi ada dua, yaitu :

  1. Radiasi Eksternal atau sinar luar
  2. Brakhiterapi

Instalasi Radioterapi RS Kanker Dharmais ini memiliki fasilitas yang lengkap serta ditunjang oleh sistem perencanaan radiasi berbasis komputer yang ditangani oleh tenaga ahli berpengalaman baik dalam maupun luar negeri. Semua peralatan yang ada di Instalasi Radioterapi menjalani kalibrasi secara periodik untuk menjaga kualitas dan tingkat optimalisasi.
Sebagai upaya menurunkan waktu tunggu pasien Radioterapi, RS Kanker Dharmais telah membangun bunker berkapasitas 2 unit LINAC. Saat ini sudah terdapat 2 unit LINAC seri Trilogy.

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan lahir maupun batin. Dan jangan lupa terapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat mulai dari sekarang, dirumah, dilingkungan dan dimana saja.

Untuk Informasi lebih jelas, silahkan kunjungi web http://p2ptm.kemkes.go.id/
Bisa juga kunjungi medsos P2PTM untuk informasi masalah penyakit dan kesehatan.
Twitter : @p2ptmkemenkesRI
IG.         : @p2ptmkemenkesri/












Komentar

Postingan Populer