Mengenal Apoteker Dan Cerdas Gunakan Obat




Assalamu'alaikum WR. WB.
Apa khabar semua, semoga semua dalam keadaan sehat tidak kurang satu apapun.

Karena ada istilah yang mengatakan, bahwa kesehatan itu mahal harganya. Jadi selagi kita sehat sayangilah tubuh kita dengan cara menjaga pola hidup sehat. Saya ingin berbagi cerita sedikit kepada teman-teman yang membaca artikel saya ini. Dari sejak kecil saya tergolong anak yang gampang sakit. Penyakit yang menyerang saya adalah paru-paru basah. Gampang berkeringat terutama telapak tangan dan telapak kaki saya. Capek sedikit pasti tubuh langsung lemas dan keluar keringat dingin.

Bertahun-tahun saya jalani hidup seperti ini. Dan kebawa hingga saya dewasa. Orang tua saya rutin membawa saya ke rumah sakit jika penyakit saya kambuh. Obat yang diberikan dokter pun selalu diterima orang tua saya tanpa bertanya dosis dan indikasinya. Maklum orang tua saya berpikir dokter sudah terpercaya menangani masalah penyakit dan obat-obatan. Sampai saat ini pun saya beranggapan sama seperti orang tua saya dulu. Maklum lah saya dan orang tua saya awam dengan masalah penyakit dan obat. Hanya berpikir apa yang diberikan dokter pasti aman.

Sampai pada akhirnya saya mendapatkan pengetahuan tentang obat dalam sebuah acara Blogger dan journalist, dan saya mendapatkan ilmu tentang obat - obatan.
Sabtu 29 September 2018 saya mendapaatkan kesempatan menghadiri undangan Blogger and Journalist gathering bersama IAI (Ikatan Apoteker Indonesia). Gathering ini diadakan dalam rangka Word Pharmacist Day atau Hari Apoteker Sedunia yang di peringati pada setiap tanggal 25 September. Tema Hari Apoteker Sedunia tahun ini adalah Pharmacist Your Medicine Expert.

Acara ini bertujuan untuk memperingati Hari Apoteker Dunia (World Pharmacists Day) 2018. Selain itu juga ingin menyebarluaskan profesi seorang Apoteker pada masyarakat secara luas.
Yuk mengenal Apoteker secara detail.

Siapakah Apoteker ?

Apoteker adalah Tenaga Kefarmasian yaitu tenaga yang melakukan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker.
Pendidikan Apoteker merupakan pendidikan profesi setelah sarjana farmasi. Pendidikan profesi apoteker hanya dapat dilakukan pada perguruan tinggi sesuai peraturan perundang-undangan.
Saat ini ada 38 program studi profesi apoteker yang menghasilkan sekitar 6000 Apoteker setiap tahunnya. Berdasarkan data Komite Farmasi Nasional (KFN) saat ini tercatat ada 72.000 Apoteker.

Memberikan edukasi tentang penggunaan obat sebagai bagian dari pengabdian masyarakat. Apoteker mempunyai keahlian luas setiap hari untuk memastikan kesehatan pasien yang lebih baik. Apoteker adalah sumber pengetahuan dan saran yang terpercaya, tidak hanya untuk pasien tetapi untuk profesional pelayanan kesehatan lainnya.

Bp. Noffendri Roestam, Ssi, Apt, Sekjen PP IAI menjelaskan bahwa  pekerjaan apoteker bisa dibilang dari hulu ke hilir. Untuk setiap pasien yang masuk ke apotek, apoteker mempunyai tanggung jawab untuk memastikan obat yang tepat diberikan pada dosis yang tepat dan dalam formulasi yang paling sesuai. Apoteker bekerja dengan profesional pelayanan kesehatan lainnya untuk memastikan bahwa setiap individu menerima pelayanan yang optimal. Apoteker juga menggunakan ilmu yang dimiliki untuk melindungi kesehatan dan mencegah penyakit.

Apoteker juga bisa mengganti obat lain yang diperlukan pasien apabila stok tidak tersedia, dengan dosis dan manfaat yang sama. Karena apoteker sudah sangat paham akan obat-obatan. Seorang apoteker juga wajib memiliki dokumen legal untuk praktik. Yang meliputi Sertifikat Kompetensi, Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA), dan Surat Ijin Praktek Apoteker (SIPA).


Apa sih pekerjaan Apoteker
Pelaksanaan Pekerjaan Kefarmasian meliputi :

  • Pekerjaan Kefarmasian dalam Pengadaan Sediaan Farmasi (Instalasi farmasi Kab/Kota)
  • Pekerjaan Kefarmasian dalam Produksi Sediaan Farmasi, Industri : Obat, Obat Tradisional, Kosmetika
  • Pekerjaan Kefarmasian dalam Distribusi atau Penyaluran sediaan Farmasi : PBF & Inst. FarmasiKab/Kota
  • Pekerjaan Kefarmasian dalam Pelayanan Sediaan Farmasi : RS, Apotek, Klinik, Puskesmas.
Yang perlu kita ketahui seorang Apoteker juga ada seragamnya loh...
Seragam Apoteker memakai seragam berwarna putih gading. Jadi kalau kita sedang berada di apotik, Rumah Sakit, Klinik atau Puskesmas melihat seragam putih gading ini adalah seorang Apoteker. Kita bisa bertanya masalah obat - obatan pada Apoteker ini.

Apoteker juga akan membantu pasien jika pasien memerlukan penjelasan tentang obat. Karena apoteker sudah Sumpah Jabatan Apoteker sebelum bertugas. Jadi jika kita ingin menebus atau membeli obat di apotek, sebaiknya tanyakan dulu kepada Apotekernya, agar mendapatkan obat yang pas dan benar.

Oke itulah penjelasan sedikit tentang Apoteker. Penjelasan berikutnya disampaikan oleh Ibu Indri Mulyani Bunyamin, S.Si, Apt, Ketua PP Hisfarkesmas. 
Ibu Indri Mulyani Bunyamin, S.Si, Apt menjelaskan tentang Cara Cerdas Gunakan Obat (DAGUSIBU). 
DAGUSIBU adalah program PP IAI singkatan dari DApatkan GUnakan SImpan BUang obat dengan baik dan benar. 


Artinya adalah : Dapatkan obat dengan benar, belilah obat di apotek. Sebelum membeli ada baiknya kita konsultasikan dengan Apoteker di apotek untuk mendapatkan obat yang aman, bermanfaat dan berkualitas.

Tips Mendapatkan Obat Dengan Benar Adalah :
  1. Perhatikan Penggolongan Obat
  2. Perhatikan Peringatan yang ada di brosur dan kemasan
  3. Perhatikan tanggal kadaluarsa obat
Ketiga tips di atas sangat penting, agar kita aman saat mengkomsumsi obat - obatan. Kenali juga obat anda yaitu nama obatnya ?
Apa sih perbedaannya, Perbedaannya adalah ada Obat paten, Obat Generik, dan Obat Generik Bermerk.

Obat juga ada dua macam jenisnya yaitu : Obat Dalam dan Obat Luar.
Obat dalam yaitu obat yang digunakan melalui mulut, contohnya : tablet, kapsul, sirup, obat tetes mulut. 
sedangkan untuk obat luar adalah obat yang digunakan tidak melalui mulut, contohnya : salep kulit, salep mata, injeksi, supositoria, ovula, obat tetes mata atau telinga.


Pada kemasan obat ada bermacam-macam logo warna. Kita sebagai masyarakat harus tahu arti dari logo warna tersebut. Supaya kita jadi konsumen yang cerdas dalam mengkonsumsi obat. 
Penggolongan obat berdasarkan penandaan yaitu :
  • Logo Hijau adalah Obat Bebas yaitu dapat dibeli bebas tanpa resep dokter
  • Logo Biru adalah Obat Bebas Terbatas yaitu obat keras yang dapat dibeli tanpa resep dokter, disertai tanda peringatan P 1 - P 6 Dan bisa dibeli di apotek dan toko obat berizin.
  • Logo Merah ada huruf K nya yaitu Obat Keras yang harus dibeli dengan resep dokter di Apotek
  • Logo Putih ada tanda plus merah adalah Narkotika yaitu harus dibeli dengan resep dokter dan dilaporkan dan bisa dibeli di apotek.
Tanda Pada Obat Bebas Terbatas Yaitu :
- P. No. 1 Awas Obat Keras baca aturan pakai
- P. No. 2 Awas Obat Keras hanya untuk kumur
- P. No. 3 Awas Obat Keras hanya untuk bagian luar
- P. No. 4 Awas Obat Keras hanya untuk di bakar
- P. No. 5 Awas Obat Keras tidak boleh ditelan
- P. No. 6 Awas Obat Keras obat wasir jangan ditelan

Masyarakat harus lebih teliti saat mendapatkan obat, Tanyakan Lima O :
  1. Obat ini apa nama dan kandungannya
  2. Obat ini apa indikasi atu khasiatnya
  3. Obat ini berapa dosisnya
  4. Obat ini bagaimana cara menggunakannya
  5. Obat ini apa efek sampingnya
Konsultasikan dengan Apoteker di apotek agar dapat menggunakan obat dengan benar.

Simpan Obat Dengan Benar 
Untuk penyimpanan obat dengan benar juga harus konsultasikan dengan apoteker di apotek karena setiap obat memerlukan kondisi penyimpanan yang berbeda.

Cara Menyimpan Obat (!)
  • Baca aturan penyimpanan obat pada kemasan
  • Jauhkan dari jangkauan anak
  • Jauhkan dari sinar matahari langsung atau lembab atau suhu tinggi dan sebagainya
  • Simpan dalam kemasan asli dan dengan etiket yang masih lengkap
  • Periksa tanggal kadaluarsa dan kondisi obat
  • Kunci almari penyimpanan obat.
Cara Menyimpan Obat (2)
  • Jangan tinggalkan obat di mobil dalam jangka waktu panjang karena suhu tidak stabil
  • Obat dalam bentuk cair jangan disimpan dalam lemari pendingin (freezer) agar tidak membeku kecuali disebutkan pada etiket atau kemasan.
  • sediaan suppositoria harus di simpan di lemari es supaya tidak meleleh.
  • Sediaan aerosol atau spray harus dijauhkan dari panas atau suhu tinggi karena dapat meledak
  • Bila ragu atau tidak mengerti tanyakan kepada apoteker atau tenaga kesehatan terdekat.
Buang Obat Dengan Benar
Obat yang sudah tidak terpakai karena rusak, kadaluarsa ataupun tidak terpakai lagi, harus di buang dengan cara yang benar. Hal ini dapat mencegah orang-orang yang ingin memanfaatkan atau daur ulang obat bekas yang sudah kita buang.

Cara Membuang Obat (1)

1. Obat yang harus dibuang adalah obat yang kadaluarsa atau rusak
2. Ciri - ciri obat rusak : 
  • erjadi perubahan warna, bau dan atau rasa. 
  • Bentuk : pecah, retak, berlubang, menjadi bubuk. 
  • Untuk kapsul, puyer, tablet : lembab, lembek, basah dan lengket. 
  • Cairan, salep, krim menjadi keruh, mengental, mengendap, memisah, mengeras. 
  • Timbul noda, bintik - bintik, gas. 
  • Wadah atau kemasan rusak
  • Etiket tidak terbaca atau sobek
Cara Membuang Obat (2)
  • Hilangkan semua label dari wadah obat
  • Untuk kapsul, tablet atau bentuk padat lain, hancurkan dahulu dan campur obat tersebut dengan tanah atau bahan kotor lainnya. Masukkan plastik dan buang ketempat sampah.
  • Untuk cairan selain antibiotik, buang isinya pada kloset. Dan untuk cairan antibiotik buang isi bersama wadah dengan menghilangkan label ke tempat sampah.
  • Intinya : obat harus dimusnahkan dan tidak tersisa.
Nah....itulah ulasan yang disampaikan oleh Ibu Indri Mulyani Bunyamin, S.Farm,Apt tentang DAGUSIBU. Semoga kita menjadi masyarakat yang cerdas dan teliti dengan obat - obatan. Karena obat akan berefek pada kesembuhan penyakit yang ada ditubuh. 

Semoga bermanfaat dan menjadi masyarakat yang cerdas akan obat.









Komentar

  1. Mamahku pernah berkerja sebagai asisten apoteler dulu di Bandung sebelum menikah dan punya anak. Ternyata tugas dan tanggung jawabnya berat juga ya ga boleh sampai salah meracik obat. Wah jgn2 aku beberapa kali pernah buang obat belum buang label n kemasannya. Aturan dihilangkan dulu ya..hhm bsk2 ikutin info yg Mbak Tinah kasih di sini deh. Kategori obat jiga berjenjang ya. Bahaya kalau beli obat tanpa resep dokter hehehe.

    BalasHapus
  2. Ternyata apoteker bukan hanya urusan obat ya. Tapi dari hulu ampe hilir semua nya jadi urusannya ya. Selamat buat AIA semoga makin banyak mengedukasi masyarakat melalui obat

    BalasHapus
  3. Mak, tugas apoteker tuh memang berat banget ya. Apalagi harus teliti juga untuk menimbang dosis obat secara detail. Bener banget nih untuk lebih cermat ketika harus membeli obat ya mba

    BalasHapus
  4. Jadi Apoteker memang kudu teliti dan tanggung jawabnya luar biasa berat ya. makanya, kalau sakit dan diber i obat, aku benar-benar mendengarkan himbauan apotekernya biar nga salah minum obat :(

    BalasHapus
  5. klo ada obat yang kadaluarsa saya usahakan bener-bener dibuat ga layak pakai lagi. jangan sampai kemasan atau obatnya malah bisa didaur ulang dan obatnya dijual lagi

    BalasHapus
  6. penting untuk disimak dan diterapkan juga jadi kinerja obat makin maksimal untuk recovery ya mba dan gak jadi bahaya

    BalasHapus
  7. Apoteker emang sangat bertanggungjawab ya buat kasi obat yang tepat. Kdng jg keabisan merk tertentu dan mereka bisa rekomen merk sejenis. Krn itu aku lbh suka beli obat di apotek ketimbang di toko obat. Nyari yg ada apotekernya buat nanya2.

    BalasHapus
  8. Dalam kehidupan sehari hari, pemakaian obat ini masih tak.sesuai dg aturannya. Terutama penggunaan antibiotik. Menurutku penting bgt edukasi ttg pemakaian obat

    BalasHapus
  9. pas banget aku lagi mau buang obat sirup nih mba yang sudah mendekati exp, bermanfaat banget sharing artikelnya, padahal aku biasanya cuek aja buang segala obat ke tempat sampah

    BalasHapus
  10. Penting banget ya mbak untuk menanyakan obat ke apotekernya langsung agar nggak salah obat. Ternyata buang obat ada etikanya juga ya, saya selama ini asal buang aja mbak. Baca ulasannya mbak Tinah, mau saya praktekin nih Dagusibu nya

    BalasHapus
  11. Ade bontotku apoteker, buang obat hati hati ya karena bisa disalahgunakan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer