Kesehatan Jiwa Rentan Pada Remaja



Kesehatan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan. Apalagi kesehatan jiwa. Saya seorang ibu dengan dua anak remaja. Saya pun mulai khawatir dengan anak - anak saya. Gimana tidak banyak kasus anak yang jiwanya terganggu karena masalah smartphone atau ponsel pintar ini.

Seakan tidak mau jauh sedikit pun dari benda yang satu ini. Sampai waktu makan pun menjadi panjang durasi nya karena sebuah ponsel. Ini menjadi pekerjaan tambahan saya sebagai seorang ibu yang harus selalu menegur, supaya makannya cepet dihabiskan. Pusing dan kadang kehabisan akal dengan tingkah mereka.

Kalau dulu anak masih balita berisik dengan suara rengekan dan tangisan anak. Tetapi kalau anak sudah remaja seperti kasus saya, anak diam tapi tangan dan mata fokus ke ponsel ini yang bikin wa-was. Betapa tidak, sudah banyak buktinya anak remaja kesehatan jiwanya trganggu hanya karena sebuah ponsel. Mengerikan bukan ? Oleh sebab itulah semenjak anak-anak tumbuh remaja saya menjadi lebih Protektif. Karena melindungi anak kita dari pengaruh yang tidak baik adalah wajib hukumnya.

Beruntungnya saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara di Kementerian RI dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa yang jatuh pada tanggal 10 Oktober setiap tahunnya. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga dunia akan pentingnya masalah kesehatan jiwa serta memobilisasi segala upaya untuk mendukung kesehatan jiwa . Di harapkan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bahu membahu dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat jiwanya di seluruh dunia.

Tema dalam acara ini adalah Kesehatan Jiwa Remaja. 
Pasti ada yang bertanya kenapa remaja ?
Karena dunia dulu berbeda dengan dunia sekarang. Saat ini remaja banyak menghabiskan waktunya di internet atau istilahnya dunia maya, dibandingkan dengan waktu mereka didunia nyata. Hal inilah yang membuat mereka rentan mengalami kejahatan cyber, cyber bullying karena terpengaruh oleh video game yang bertema kekerasan tanpa mereka sadari. Keluarga yang tidak memahami kondisi tersebut akan gagal memberikan pendampingan dan menjawab kebutuhan remaja tersebut secara proporsional. Memang dunia internet saat ini sangat berpengaruh sekali pada anak dan remaja. Pun dengan semakin terbukanya jendela dunia dimana semakin maraknya kasus remaja dengan LGBTQ. Hal inilah yang menyebabkan angka percobaan dan kejadian bunuh diri, angka penyalahgunaan Napza yang terus meningkat.

Mengerikan sekali terlebih saya seorang ibu. Rasa wa-was ini selalu hadir seoalah membayangkan hal yang sangat buruk terjadi pada anak kita. Nara sumber Eka Viora selaku ketua umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia menjelaskan bahwa masa remaja adalah masa yang sangat rawan. Banyak faktor yang menentukan kesehatan jiwa seorang remaja. Semakin banyak faktor risiko yang dihadapi remaja maka akan semakin besar potensi dampaknya pada kesehatan jiwa mereka.

Masa remaja adalah periode penting untuk mengembangkan dan mempertahankan kehidupan sosial dan emosional. Misalnya pola tidur yang sehat, olahraga teratur, mengembangkan keterampilan untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah, keterampilan interpersonal, dan belajar mengelola emosi. Lingkungan yang mendukung dalam keluarga, di sekolah, dan di komunitas yang lebih luas penting untuk kesehatan jiwa remaja.

16% global burden of disease and injury terjadi pada usia 10 - 19 tahun. Separuh dari kondisi kesehatan jiwa di mulai pada usia 14 tahun tetapi sebagian besar kasus tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan pengobatan. Secara global Depresi adalah satu dari penyebab penyakit dan disabilitas pada remaja. Sedangkan bunuh diri penyebab ketiga terbesar kematian pada usia 15 - 19 tahun. Remaja dengan kesehatan jiwa yang tidak baik sangat rentan terhadap pengucilan sosial, diskriminasi, stigma, kesulitan dalam pendidikan, perilaku berisiko, sakit fisik dan pelanggaran hak asasi manusia.

Seluruh dunia diperkirakan 10-20%remaja pernah mengalami masalah kesehatan jiwa, namun underdiagnosed dan undertreated. Buruknya kesehatan jiwa remaja dapat terjadi karena beberapa alasan seperti kurang pengetahuan atau kesadaran tentang keswa diantara tenaga kesehatan, atau stigma yang mencegah mereka untuk mencari pertolongan.

Upaya Promotif Dan Preventif

  • Intervensi untuk meningkatkan kesehatan jiwa remaja bertujuan untuk memperkuat faktor pelindung atau protektif.
  • Upaya Promotif kesehatan jiwa dapat membantu remaja dalam membangun ketahanan sehingga mereka dapat mengatasi masalah baik dalam situasi sulit atau tertekan.
  • Berbagai upaya pencegahan penyakit yang berisiko pada kondisi kesehatan jiwa memerlukan pendekatan yang berjenjang dan bervariasi misalnya melalui keluarga, sekolah, komunitas, digital media dan lainnya.
Oleh sebab itulah pentingnya deteksi dini dan penyediaan intervensi berbasis bukti untuk gangguan jiwa dan penggunaan zat pada remaja. WHO's mhGAP menyediakan pedoman berbasis bukti pedoman untuk pelayanan non spesialistik agar tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi dan mendukung prioritas kesehatan jiwa pada kondisi dengan sumber daya terbatas. Dibutuhkan pula staf yang terlatih dalam mengelola kebutuhan spesifik remaja serta melibatkan dan memberdayakan caregivers. 

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia 2018 di harapkan dapat mendukung program Indonesia Sehat yakni upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi tingginya dengan melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Mari kita para orang tua menjaga dan melindungi anak-anak kita. Keluarga yang harmonis dan orang tua yang penuh perhatian dan supportif merupakan kondisi ideal untuk tumbuh kembangnya seorang anak menjadi pemuda yang bahagia dan tangguh. 

Pencegahan terjadinya gangguan kejiwaan pada remaja dan pemuda perlu di awali dengan pemahaman yang benar dan langkah yang tepat. Peran Pemerintah menjadi sangat sentral untuk mendorong upaya investasi jangka panjang yang sangat menentukan bagi kokohnya bangsa ini. Tentu saja harus mendapatkan dukungan dari berbagai sektor, elemen masyarakat, professional juga sangat dibutuhkan untuk mendukung pemerintah. Berbagai sosialisasi, edukasi dan pelatihan perlu dilakukan sampai menjangkau ke lapisan masyarakat paling bawah.

Mari siapkan bersama pemuda Indonesia yang bahagia, tangguh dan sehat jiwa untuk membangun Indonesia dimasa datang dan mampu berdiri tegak di kancah dunia.





Komentar

Postingan Populer