Waspada Penyakit Kaki Gajah Yang Dapat Di Tularkan Oleh Nyamuk


Siapa saja pasti tidak ingin sakit, semua orang mendambakan selalu sehat termasuk saya. Akan tetapi ketika sakit sudah menghampiri kita, apakah bisa kita menolaknya. Beribu-ribu penyakit yang ada di dunia ini. Dari mulai penyakit yang tak terlihat oleh mata hingga penyakit yang sangat jelas terlihat oleh mata.

Penyakit apapun wajib kita obati. Pun sebaiknya harus dicegah sebelum terlambat. Bermacam - macam cara untuk mencegah penyakit datang. Mulai dari kebersihan rumah, lingkungan, gaya hidup, rutin memeriksakan kesehatan dan masih banyak lagi cara lainnya untuk menghindari penyakit.

Penyakit yang akan saya bahas ini pun sangat berbahaya dan sangat mengerikan. Yaitu penyakit filariasis.
Sudah tahu apa itu penyakit Filariasis ?
Mungkin sebagian orang masih awam mendengar apa itu Filariasis. Filariasis adalah penyakit kaki gajah. Masyarakat pada umumnya lebih akrab dengan sebutan kaki gajah dibandingkan dengan filariasis. Dan sebagian masyarakat juga belum tahu bahaya dari penyakit kaki gajah ini.

Pada hari Senin tanggal 24 September 2018 saya berkesempatan mengikuti acara Temu Blogger Kesehatan yang bertempat di Ruang Naranta Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, di Jakarta Selatan.

Dalam acara ini hadir narasumber yaitu : DR. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc dan Prof. Dr. Dra Taniawati Supali. Akhirnya saya jadi tahu lebih dalam mengenai penyakit kaki gajah ini.
Indonesia menduduki posisi tertinggi pada penyakit kaki gajah. Terutama di daerah - daerah seperti Bogor, Jawa tengah dan daerah pedalaman lainnya.. Filariasis ini menginfeksi penderitanya melalui gigitan nyamuk. Cacing yang disuntikan oleh nyamuk itu masuk ke dalam pembuluh getah bening dan berkembang biak didalamnya. Mengerikan sekali, nyamuk yang sangat kecil itu bisa menularkan penyakit yang sangat berbahaya.

Filariasis atau kaki gajah merupakan penyakit menular dan menahun. Cacat menetap yang ditimbulkan seperti pembesaran pada kaki, lengan, dan alat kelamin bila penderita telah lama tidak mendapatkan pengobatan. Filariasis dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun.

Jadi siapa saja wajib waspada pada bahaya penyakit filariasis. Jika sudah terserang penyakit ini maka aktivitas kita akan terganggu, sulit untuk beraktifitas dan juga akan berdampak pula pada lingkungan. Penderita kaki gajah sering dijauhi oleh keluarga dan juga teman. Padahal penularan penyakit ini bukan karena bersentuhan, berdekatan ataupun berpelukan. Penularan penyakit ini karena gigitan nyamuk dari orang yang menderita filariasis.

Gejala Penyakit Kaki Gajah
Penyakit kaki gajah hampir tidak menyebabkan gejala pada tahap awal. Infeksi yang terjadi biasanya menyerang kaki, tetapi juga dapat menyerang bagian lainnya seperti lengan, dada, dan alat kelamin. Gejala dapat muncul dalam beberapa tahun sampai akhirnya sang penderita sadar.

Penularan Penyakit Kaki Gajah
Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva akan ditularkan ke orang yang sehat, dengan cara menggigit atau menghisap orang sehat tersebut. Filariasis ini akan ditularkan oleh 23 spesies nyamuk. Oleh sebab itulah filariasis dapat menular dengan sangat cepat.

Pencegahan Penyakit Filariasis
Menghindari gigitan nyamuk dan memberantas nyamuk penular filariasis. Pemberantasan nyamuk di wilayah masing-masing sangatlah penting untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit filariasis. Menjaga kebersihan lingkungan merupkan hal terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk di wilayah tersebut. Selain itu juga harus memberikan obat pencegahan massal penyakit filariasis.

Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filarasis
Tujuannya : 

  1.  Menurunkan kadar mikrofilaria di dalam darah sehingga tidak lagi terjadi penularan walaupun POPM filariasis sudah dihentikan.
  2. Semakin besar proporsi penduduk minum obat, semakin besar peluang untuk memutuskan rantai penularan.
Seluruh lapisan masyarakat, usia 2 - 70 tahun yang tinggal di kabupaten atau kota endemis filariasis harus minum obat pencegahan. Karena sangat sulit untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi pada tahap awal karena gejalanya sangat umum.

Untuk memutuskan rantai penularan, Dianjurkan untuk minum obat pencegah penyakit kaki gajah 1x setahun selama minimal 5 tahun. Obat pencegah Filariasis sebaiknya diminum sesudah makan dan diminum langsung di depan petugas.

Sasaran POPM Filariasis
Semua penduduk di daerah endemis filariasis. Pengobatan dapat ditunda sementara bagi : 
  1. Anak berusia <2 tahun
  2. Ibu hamil
  3. Penderita ggn fungsi ginjal
  4. Penderita ggn fungsi hati (gagal hati kronik, akut)
  5. Penderita epilepsi
  6. Sedang sakit berat
  7. Penderita kronis filariasis dalam serangan akut
  8. Anak dengan marasmus  dan atau kwasiorkor.
Biasanya hal yang terjadi setelah minum obat Filariasis ini akan muncul mual atau muntah, sakit kepala, demam dan mengantuk. Jika terjadi hal lain sebaiknya segera hubungi puskesmas atau dokter terdekat.

Bulan Oktober nanti adalah Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA). BELKAGA hanya terjadi lima tahun sekali. Dimana secara serentak pemerintah akan memberikan  obat Filariasis kedaerah endemis. Semua masyarakat akan diberikan obat filariasis dan harus diminum didepan petugas. Cara ini dilakukan pemerintah dan Kementerian Kesehatan RI agar Indonesia bebas dari penyakit filariasis yang sangat berbahaya. Hal ini dilakukan agar tahun 2025 Indonesia bebas Filariasis.

Mari sukseskan Indonesia bebas filariasis. Terapkan kebersihan rumah dan juga lingkungan terutama tempat berkembang biaknya nyamuk agar terhindar dari nyamuk filariasis. Karena kesehatan adalah hal penting dalam kehidupan.
Sebelum terlambat ada baiknya mencegah agar kita tetap sehat dan jauh dari penyakit berahaya.




Komentar

Postingan Populer