Beberapa Keterampilan Tangan Yang Biasa Saya Lakukan Ketika Remaja

Beruntung nya saya dibesarkan sebelum adanya Smartphone. Waktu senggang selalu dihabiskan dengan kreativitas tangan dan ketangkasan. Tidak seperti saat ini, anak – anak lebih sering main smartphone nya dibandingkan kreativitas dan kerajinan tangan.

Semasa saya duduk di bangku SMA banyak sekali yang harus saya kerjakan. Tapi menghasilkan loh…jadi peribahasa bilang mah, sambil menyelam minum air. Dari mulai menyulam di bahan setrimin dengan benang wol, membuat bunga dari kertas kref, dan sabun saya lakukan. Membuat gelang, kalung dan cincin dari manik-manik pun saya kerjakan. Hingga membuat tas dan dompet dari karton tebal di lapisi kertas kado dan diberi hiasan pita Jepang pada pinggirnya pun saya kerjakan. Semua saya lakukan dengan senang hati.

Pada saat itu jenis Keterampilan inilah yang sedang booming. Contohnya membuat bunga mawar dari kertas kref, menyulam di kain setrimin dan lainnya. Semua Keterampilan itu memang banyak yang menyukainya, bukan hanya saya saja.

Di RW rumah kami tinggal dulu menyediakan tempat bimbingan keterampilan. Semua warga disekitar RW tersebut boleh mengikuti semua keterampilan yang diberikan. Dari keterampilan menjahit, kerajinan tangan dan masak memasak semua ada. Saya pun tergabung dalam kelompok remaja di tempat ini.

Saya memilih keterampilan tangan. Membuat bunga, menyulam dan membuat tas serta dompet. Semua diajarkan dengan penuh kesabaran. Tentu saja tidak semua yang tergabung bisa sukses mengerjakan keterampilan tangan ini. Ada juga yang tidak bisa menerima atau kata orang tua saya mah ga mudeng alias otaknya bebel.

Alhamdulillah saya dan kakak – kakak saya semua bisa masuk ilmunya dengan berbeda-beda keterampilan yang diambil.
Berbekal dari ilmu Keterampilan inilah, akhirnya saya rajin Membuat semua keterampilan dirumah. Dan ternyata teman-teman sekolah banyak yang suka dan bersedia membeli kerajinan tangan saya. Alhamdulillah hasilnya lumayan dan bisa untuk membeli bahan-bahan lagi, untuk selanjutnya saya jual kembali.

Keterampilan ini sampai sekarang masih melekat di otak saya. Tapi sayangnya karena saya tidak punya anak perempuan alhasil saya tidak pernah mempraktekkan nya kembali. Disamping itu kesibukan saya yang sudah tidak kepegang kerajinan tangan ini. Padahal kalau saya mau membuat nya kembali, mungkin sampai saat ini masih ada ya ….yang mau membeli nya.

Itulah kenangan saya selagi SMA. Beruntung sekali mendapatkan ilmu ini dari remaja. Dan dengan ketekunan dan semangat saya bisa menerima dengan baik ilmu ini.

Terkadang ingin sekali memberikan dan menularkan ilmu ini kepada anak-anak sekolah agar mereka bisa mendapatkan keterampilan yang sudah mulai langka, dan bisa mendapatkan hasil karyanya. Tapi semua belum terealisasi karena berbagai faktor.

Semoga suatu saat nanti saya bisa menyalurkan dan mengamalkan ilmu saya ini.

Sabtu 22 Juli 2017
[email protected]


Leave a Comment